Jakarta, FORTUNE - Pertumbuhan jumlah investor kripto dalam negeri menjadi sinyal positif dan berpeluang membawa Indonesia menjadi pusat kripto Asia.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengabarkan jumlah investor kripto di Indonesia hingga April 2025 telah mencapai 14,16 juta orang, atau meningkat 3,28 persen dari bulan sebelumnya yang sebanyak 13,71 investor. Dari segi transaksi, aset kripto melesat 9,37 persen secara bulanan mencapai Rp35,61 triliun.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ASPAKRINDO-ABI) sekaligus Chief Compliance Officer (CCO) Reku, Robby mengatakan bahwa peluang Indonesia menjadi pusat kripto cukup besar, mengingat Indonesia telah menduduki peringkat ketiga dalam adopsi kripto.
Menurut The 2024 Geography of Crypto Report oleh Chainalysis, Indonesia dinilai unggul dalam sektor DeFi dan Retail DeFi, yang menandai tingginya aktivitas investor ritel dalam transaksi keuangan terdesentralisasi.
“Saat ini aset kripto di Indonesia tidak lagi dianggap sebagai komoditas, melainkan instrumen investasi. Hal ini membuka prospek pengembangan inovasi yang lebih variatif. Sehingga dapat meningkatkan appetite investor di Indonesia, baik dari ritel maupun korporasi, juga untuk menarik minat investor dengan berbagai profil risiko,” kata Robby, Selasa (10/6).