Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MGLV Kantongi Pinjaman Rp10,75 Triliun untuk Ekspansi Data Center
ilustrasi data center (unsplash.com/Leif Christoph Gottwald)
  • MGLV memperoleh fasilitas pembiayaan Rp10,75 triliun dari BNI untuk ekspansi pusat data melalui anak usaha NAC dan NGC.

  • NAC menerima Rp4,12 triliun untuk akuisisi dan peningkatan JababekaDC hingga kapasitas 42 MW, sedangkan NGC mendapat Rp6,63 triliun untuk pembangunan BatangDC berkapasitas 60 MW.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) memperoleh fasilitas pembiayaan senilai total Rp10,75 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Dana tersebut akan menopang ekspansi infrastruktur pusat data yang tengah disiapkan perseroan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pembiayaan itu disalurkan kepada dua entitas anak MGLV, yakni PT Nextlier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Keduanya masing-masing mendapatkan fasilitas kredit Rp4,12 triliun dan Rp6,63 triliun.

NAC akan memanfaatkan pembiayaan tersebut untuk mendukung akuisisi fasilitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. Anggaran tersebut mencakup biaya proyek serta belanja modal untuk menambah kapasitas JababekaDC sebesar 36 megawatt (MW), sehingga kapasitas totalnya meningkat menjadi 42 MW.

Sementara itu, fasilitas untuk NGC akan dialokasikan untuk membiayai sebagian pembangunan BatangDC di Jawa Tengah. Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 60 MW, termasuk kebutuhan biaya terkait fasilitas pinjaman serta pembayaran bunga selama masa konstruksi.

"Sehubungan dengan pinjaman tersebut, perseroan juga memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) kepada BNI dalam rangka menjamin pembayaran oleh NAC dan NGC," kata manajemen PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk dalam keterbukaan informasi, Rabu (23/9).

Dari sisi tenor, fasilitas kredit NAC memiliki jangka waktu hingga enam tahun sejak tanggal perjanjian dan dapat diperpanjang maksimal dua kali. Adapun fasilitas NGC berlaku selama tujuh tahun dengan opsi perpanjangan satu kali.

Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Compounded IndONIA 90 hari ditambah margin 1,9 persen.

Tambahan pembiayaan dari BNI memperkuat sumber pendanaan MGLV untuk mengembangkan bisnis pusat data. Perseroan juga menyiapkan aksi korporasi berupa rights issue yang ditargetkan menghimpun dana Rp2,54 triliun.

Di samping itu, MGLV memperoleh dukungan pendanaan lain berupa shareholder loan senilai Rp4 triliun dari perusahaan pengendali, PT Nextier Datamate Center (NDC).

Dengan kombinasi pembiayaan perbankan, aksi penambahan modal, dan pinjaman pemegang saham, perseroan memiliki sejumlah sumber dana untuk menopang pengembangan JababekaDC dan BatangDC.

Curated For You

Editorial Team

Related Article