Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MRT Jakarta Buka Peluang Bentuk JV Global, Percepat Pengembangan TOD
Kepala Divisi Property Management PT MRT Jakarta (Perseroda), M. Iqbal Bimo Arifianto. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • MRT Jakarta membuka peluang membentuk joint venture dengan mitra global untuk mempercepat pengembangan kawasan TOD, termasuk melalui pendanaan dan transfer pengetahuan.
  • Saat ini MRT Jakarta mengelola kawasan TOD di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta, dengan masa kerja sama pengelolaan yang sedang diatur selama 30-50 tahun.
  • Dari 10 proyek TOD mandat gubernur, tiga telah memiliki pedoman desain disahkan; MRT juga menawarkan sedikitnya lima proyek kepada investor Asia Tenggara melalui TOD Investment Forum 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT MRT Jakarta (Perseroda) membuka peluang membentuk perusahaan kongsi (joint venture) dengan calon mitra strategis global. Salah satu tujuannya, mempercepat realisasi pengembangan kawasan TOD.

Hal tersebut sejalan dengan rencana perusahaan berkolaborasi dengan partner internasional dalam mendukung proyek pembangunan kawasan berorientasi transit (transit oriented development), termasuk dalam hal pendanaan dan pertukaran ilmu (transfer knowledge). Khususnya partner di Asia Tenggara, juga Asia.

Potensi pendirian perusahaan patungan itu berkaitan dengan status pengelolaan aset kawasan ke depannya. "Yang mungkin akan dilakukan adalah pembentukan JV. Kepemilikannya itu pasti mengikuti peraturan yang berlaku," kata Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, M. Iqbal Bimo Arifianto setelah MRT Jakarta Fellowship Program (MFP) 2026 di Jakarta, dikutip Jumat (25/9).

Untuk saat ini, MRT berstatus pengelola kawasan TOD. Sementara itu, lahannya adalah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perusahaan saat ini sedang mengatur jangka waktu kerja sama pengelolaan kawasan-kawasan tersebut, dengan opsi waktu antara 30 tahun-50 tahun.

Jika ke depannya MRT Jakarta dan calon mitra strategis global membentuk perusahaan kongsi, maka JV tersebut yang akan ditunjuk untuk mengelola kawasan TOD. "Nantinya akan ada porsi [saham] MRT [di JV itu]," kata Bimo.

Dalam rencana pengembangan MRT Jakarta, saat ini terdapat 10 proyek TOD sesuai mandat gubernur. Dari jumlah itu, sudah ada 3 proyek yang pedoman desain perkotaan telah disahkan, yakni: Ultimate Development Blok M, Lebak Bulus Park & Ride and Mixed Use, dan Pedestrian Deck Dukuh Atas.

Lalu, 6 proyek sudah masuk proses pengesahan pedoman desain perkotaan, yaitu: The Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, XGL Mixed-Use, Combined Building, Lada Development di Kota Tua; serta Thamrin Asset Development di Thamrin. Kemudian, 1 proyek sedang dalam proses penyusunan pedoman desain, yakni Extended Concourse Bundaran HI.

Sebagai konteks, MRT Jakarta memaparkan setidaknya 5 atau lebih proyek TOD itu kepada para investor Asia Tenggara lewat gelaran TOD Investment Forum pada 24-25 September 2026. Acara itu menjadi pusat pertemuan para investor, pengembang, lembaga keuangan, perwakilan pemerintah, dan mitra strategis untuk mengeksplorasi peluang kemitraan untuk proyek-proyek TOD MRT Jakarta dan BUMD lain milik Provinsi DKI Jakarta.

Kontribusi pendanaan dari para calon mitra strategis itu akan menjadi salah satu sumber creative financing dari pembangunan proyek-proyek TOD MRT Jakarta.

"Yang kami bawa adalah bagaimana kisah sukses pengelolaan Blok M, pengelolaan Dukuh Atas, dan mengajak investor mancanegara. Karena ingin cepat terealisasinya, sehingga butuh ada dana segar untuk mengelola dan membangun, khususnya membangun Indonesia atau Jakarta ini," jelas Bimo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article