Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pasar Dinilai Makin Adaptif, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan
Proyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada Selasa (14/3), setelah ditutup naik 0,56 persen kemarin.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan, keputusan FTSE mempertahankan status Indonesia menjadi katalis positif bagi saham konglomerasi. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati keputusan MSCI pada Mei mendatang.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG pekan ini berpeluang menguat dengan support di antara 7.300 dan 7.400 dan resisten di antara 7.585 dan 7.700," kata Reza dalam risetnya.

Ia menyoroti saham-saham berikut ini: EMTK, BUVA, dan GTSI.

Kemarin, IHSG menguat di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Itu karena pasar dinilai semakin adaptif terhadap perkembangan geopolitik. Pelaku pasar juga menilai bahwa ketidakpastian yang berulang membuat dampak sentimen eksternal cenderung lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti sejumlah sentimen lain. Pertama, data penjualan ritel domestik yang tumbuh 6,5 persen (YoY) pada Februari 2026 dari 5,7 persen (YoY) pada Januari 2026, serta lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 5,9 persen (YoY).

"Pertumbuhan ini merupakan yang tercepat sejak Maret 2024, yang didorong oleh kenaikan belanja masyarakat di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Selain itu, Presiden Prabowo berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin (13/4). Pertemuan tersebut antara lain akan membahas kelanjutan kerja sama kedua negara, termasuk mengenai penguatan pasokan minyak ke Indonesia di tengah konflik di Timur Tengah saat ini. 

Sentimen lain datang dari pasar obligasi pemerintah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, investor asing terus keluar dari pasar SBN terutama dalam setahun terakhir. Hingga 8 April 2026, kepemilikan SBN oleh investor asing mencapai Rp857,60 triliun atau setara 12,60 persen dari total SBN yang diperdagangkan, turun dari Rp893,47 triliun atau setara 14,34 persen pada 8 April 2025.

Sebaliknya, pada periode yang sama, kepemilikan SBN oleh bank domestik semakin meningkat, yaitu dari 18,37 persen menjadi 23,58 persen. Hal itu didorong oleh penempatan dana pemerintah di perbankan yang mencapai Rp300 triliun. 

"Secara teknikal, indikator MACD berlanjut membentuk histogram positif, namun Stochastic RSI berada di area overbought. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600," kata tim Phintraco Sekuritas.

Daftar saham pilihan mereka adalah: CUAN, RATU, NICL, ANTM, dan LSIP.

Editorial Team