Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pasar Lihat Ketidakpastian Aturan, IHSG Diprediksi Melaju Terbatas
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHSG diperkirakan bergerak terbatas di kisaran support 6.220–6.635 setelah turun 0,82%, dengan fokus pasar pada rilis FOMC Minutes The Fed dan data ekonomi domestik.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25%, mendorong penguatan rupiah dan menahan potensi capital outflow jangka pendek.
  • Pidato Presiden Prabowo tentang target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5% memberi kepastian bagi pasar, sementara tensi geopolitik AS-Iran dan risalah The Fed turut memengaruhi sentimen global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada Kamis (21/5), setelah ditutup turun 0,82 persen ke level 6.318.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, memperkirakan IHSG akan melaju di antara support 6.220 dan resisten di 6.635. Saham-saham yang masuk pantauannya hari ini adalah OASA, MYOR, dan BBTN.

"Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis FOMC Minutes The Fed serta data domestik seperti current account dan M2 Money Supply sebagai katalis lanjutan," kata Reza dalam riset hariannya.

Kemarin, pelemahan IHSG disertai aksi jual bersih senilai Rp131 miliar di pasar reguler. Koreksi itu dipengaruhi oleh resposn pelaku pasar terhadap penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Itu termasuk rencana kebijakan ekspor komoditas Sumber Daya Alam melalui BUMN sebagai eksportir tunggal.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen pada RDG Mei 2026, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di level 5 persen.

"Kebijakan tersebut mendorong penguatan rupiah dan berpotensi menahan tekanan capital outflow dalam jangka pendek," ujar Reza.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG hari ini melaju di kisaran support 6.157 dan 6.081 serta resisten 6.489 dan 6.590. Daftar saham pilihannya adalah AMRT, LSIP, dan PTBA.

Berdasarkan analisis teknikal, IHSG berupaya rebound karena faktor oversold atau jenuh jual menurut indikator RSI setelah sebelumnya berhasil menyentuh target “wave 5/A”. Namun demikian, target “wave 5 / A alt” masih berlaku selama indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume.

Nafan menyebut, para pelaku pasar mulai mendapatkan kepastian ketika Presiden Prabowo memaparkan pidato dalam sidang paripurna DPR kemarin, terkait target pertumbuhan ekonomi yang realistis, misalnya pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen untuk tahun fiskal mendatang, bersamaan dengan kepastian asumsi makro seperti target yield SBN, sehingga hal ini memberikan kepastian bagi market demi meredam risiko volatilitas.

Dari global, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi market, yakni saat Presiden Trump menyebut, AS berada dalam "tahap akhir" pembicaraan damai dengan Iran. Hal ini membuat harga minyak WTI anjlok tajam di atas 4 persen.

Sementara itu, risalah pertemuan The Fed bulan April menunjukkan bahwa mayoritas peserta FOMC percaya bahwa kenaikan suku bunga "kemungkinan akan menjadi tepat" jika inflasi terus berlanjut di atas target 2 persen yang ditetapkan The Fed.

Risalah rapat ini muncul pada saat The Fed sedang dalam masa transisi, dengan masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua Fed berakhir Jumat 15 Mei 2026 lalu, dan penggantinya, Kevin Warsh yang merupakan pilihan Trump, diperkirakan akan segera dilantik.

"Menurut CME FedWatch, market secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun ini, namun ekspektasi terkait kenaikan suku bunga terlihat meningkat dari Juli hingga Desember tahun ini," kata Nafan dalam risetnya.

Editorial Team