Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pasar Menanti Pidato Prabowo Soal RAPBN 2027, IHSG Diprediksi Melemah
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • IHSG diprediksi lanjut melemah setelah turun 3,46 persen, dengan area support di 6.322 dan resisten di 6.635 menurut analis BRI Danareksa Sekuritas.
  • Pasar menanti hasil RDG Bank Indonesia yang kemungkinan menaikkan BI rate menjadi 5 persen serta pidato Presiden Prabowo soal KEM-PPKF RAPBN 2027.
  • Pelemahan IHSG dipicu tekanan saham komoditas akibat rumor pembentukan badan pengelola ekspor strategis, meski Kementerian ESDM telah membantah isu tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Setelah ditutup melemah 3,46 persen pada Selasa (19/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali koreksi pada perdagangan Rabu (20/5).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam tekanan dengan area support di 6.322 dan resisten pada 6.635. Saham-saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah TLKM, MYOR, dan SUPA.

"Fokus pasar selanjutnya tertuju pada hasil RDG Bank Indonesia yang diproyeksikan menaikkan BI rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen, serta pidato Presiden Prabowo terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar jangka pendek," demikian menurut Reza dalam riset hariannya.

Kemarin, pelemahan IHSG diikuti dengan aksi beli asiing senilai Rp306 miliar di pasar reguler. Penyebab koreksi yang terjadi kemarin adalah tekanan terutama dari saham-saham konglomerasi dan komoditas, seiring dengan munculnya rumor mengenai rencana pemerintah membentuk badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis (batu bara, CPO, hingga mineral logam).

Meskipun Kementerian ESDM membantah, isu tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi pengendalian harga jual. Hal tersebut berisiko menekan margin dan profitabilitas emiten terkait komoditas-komoditas tersebut.

Phintraco Sekuritas menyoroti sentimen serupa. Selain itu, pasar juga mengantisipasi hasil RDG Bank Indonesia yang dirilis hari ini. Dalam waktu yang sama, untuk pertama kalinya kepala negara akan menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 kepada DPR. Sebelum-sebelumnya, kerangka tersebut disampaikan oleh Kementerian Keuangan.

Saat ini sendiri, Phintraco mencatat, defisit APBN mencapai Rp16,4 triliun atau setara 0,64 persen PDB (30 April 2026), lebih rendah dibandingkan defisit pada Maret 2026 yang mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB. Itu karena, antara lain: keseimbangan primer yang kembali mencatat surplus sebesar Rp28 triliun pada akhir April 2026 dari defisit Rp95,8 triliun pada Maret 2026. Pendapatan negara meningkat menjadi Rp918,4 triliun dari Rp574,9 triliun. Akan tetapi, belanja negara juga meningkat menjadi Rp1.082,8 triliun dari sebelumnya Rp815 triliun.

"Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level 6.400 dengan volume jual yang meningkat. Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi  uji level support di 6.250-6.300," kata tim riset Phintraco.

Saham-saham yang masuk sorotan Phintraco Sekuritas hari ini, yakni: ASII, JPFA, AMRT, ULTJ, dan BRIS.

Editorial Team