Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IMG-20260128-WA0036.jpg
Laju IHSG pada Rabu (28/1).

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah terbatas pada Jumat (6/2), setelah ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, IHSG berpotensi bergerak dengan level support di 8.000-8.050 dan resisten 8.150-8.210 pada akhir pekan ini.

Menurutnya, sentimen utama berasal dari peringkat Moody's terhadap Indonesia. "Selain itu, pasar juga menunggu rilis data ekonomi domestik seperti rilis cadangan devisa negara dan property price index sebagai sentimen tambahan," kata Reza dalam risetnya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG melemah dengan aksi jual asing senilai Rp355 miliar di pasar reguler. Meskipun rilis GDP Indonesia naik 5,11 persen (YoY), pasar masih cenderung wait and see menunggu perkembangan terkini mengenai free float dan permintaan MSCI sehingga pergerakan masih cenderung terbatas.

Daftar saham pilihan tim BRI Danareksa Sekuritas hari ini, melipui: ASII, BRIS, dan TUGU.

Sementara itu, CGS International Sekuritas menyoroti sentimen lain, yakni pelemahan harga mayoritas komoditas, yang akan menjadi sentimen negatif pasar hari ini.

"IHSG diprediksi akan bergerak dan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 8.025/7.950 dan resisten 8.180/8.260," kata Tim Riset Ritel CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.

Daftar saham yang masuk pantauan CGS International Sekuritas Indonesia adalah AMRT, UNVR, ASII, ERAA, MYOR, dan ICBP.

Senada dengan 2 sekuritas tersebut, Phintraco Sekuritas juga memperkirakan IHSG hari ini melemah dan berpotensi menguji level support di 8.000. Daftar saham yang disoroti oleh tim analis Phintraco Sekuritas pada perdagangan hari ini, meliputi: CDIA, SCMA, ARTO, TPIA, dan ISAT.

Tim mereka menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi tahunan yang mencapai 5,11 persen (YoY), di bawah target yang ditentukan. Namun, itu lebih baik dari pertumbuhan tahunan pada 2024, yakni 5,03 persen.

Editorial Team