Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Salah satu produk Sido Muncul. (Shutterstock/Parinussa Revy)
Salah satu produk Sido Muncul. (Shutterstock/Parinussa Revy)

Jakarta, FORTUNE - Keluarga Hidayat selaku pemilik emiten PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), dilaporkan sedang menimbang sejumlah aksi korporasi strategis. Salah satunya, divestasi sebagian saham.

Keluarga Hidayat membuka opsi untuk menjalin kemitraan dengan investor strategis melalui opsi penjualan sebagian kepemilikan saham. Sebagai konteks, Keluarga Hidayat memiliki sekitar 78 persen saham SIDO lewat PT Hotel Candi Baru.

"Guna membawa bisnis ke tingkat yang lebih tinggi," kata Komisaris Sido Muncul, Venancia Sri Indrijati Wijono, dikutip dari Bloomberg, Kamis (15/1).

Pihak yang mengetahui rencana tersebut, mengatakan, Keluarga Hidayat tengah bernegosiasi dengan bank. Kabarnya, potensi valuasi Sido Muncul dalam transaksi itu mencapai kisaran US$1 miliar. Sumber tersebut meminta agar identitasnya dirahasikan karena diskusi itu bersifat pribadi.

"Kami sedang menjajaki minat dari beberapa investor potensial, tapi belum ada tindakan lebih lanjut yang diambil," kata Venancia.

Ia enggan mengomentari persentase kemungkinan langkah penjualan saham. Namun, ia menyatakan, perseroan tidak terburu-buru dalam aksi strategis itu.

"Fokus saat ini adalah pada peningkatan kinerja," ujarnya.

Fortune Indonesia telah mencoba menghubungi Direktur Utama SIDO, David Hidayat untuk mengonfirmasi kabar tersebut. Namun belum kunjung mendapat jawaban hingga berita ini ditulis, Kamis siang.

Prospek SIDO

Dari sisi kinerja, pada kuartal-III 2025, penjualan SIDO mencapai Rp900 miliar. Angka itu naik 23 persen (YoY), tetapi melemah 13 persen secara kuartalan. Laba bersihnya pun demikian, yakni senilai Rp218 miliar (+29 persen, YoY; 41 persen, QoQ).

Secara kumulatif (Januari-September 2025), Kiwoom Sekuritas menilai, kinerja SIDO berada di bawah ekspektasi tim risetnya. Pada periode itu, SIDO membukukan penjualan sebesar Rp2,73 triliun, mewakili 67 persen dari ekspektasi proyeksi kinerja dari Kiwoom Sekuritas. Laba bersihnya berjumlah Rp819 miliar atau 69 persen dari perkiraan.

"Kami memperkirakan penjualan kuartal-IV 2025 akan membaik, didukung oleh musim akhir tahun dan intensitas curah hujan yang tetap tinggi," kata Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo dalam riset terbarunya, Rabu (14/1).

Lebih lanjut, Kiwoom menilai, profitabilitas SIDO tetap tangguh dengan margin relatif stabil. Dari segmen obat herbal, kontributor utama laba kotor, membukukan margin kotor yang bertahan kisaran 65-70 persen di tengah fluktuasi kinerja triwulanan.

Di sisi lain, segmen makanan dan minuman menunjukkan perbaikan margin secara bertahap. Pada kuartal-III 2025, margin laba kotor segmen itu berada di kisaran 40 persen.

Segmen dengan margin paling terendah dan fluktuatif adalah farmasi. Aziz mengatakan, itu menuhnjukkan tekanan biaya yang berlanjut dan skala yang suboptimal.

"Secara keseluruhan, struktur margin SIDO tetap didukung oleh dominasi segmen obat herbal, yang kami yakini akan terus menjadi pendorong utama profitabilitas perusahaan ke depannya," katanya.

Editorial Team