Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
PGAS Ungkap Strategi di Balik Lonjakan Laba Kuartal I-2026
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina dengan kode saham PGAS, berhasil masuk Indeks TEMPO–IDNFinancials 52 Tahun 2025. (dok. PGN)
  • PGN mencatat lonjakan laba bersih 46% YoY pada kuartal I/2026 menjadi US$90,4 juta berkat efisiensi biaya, penguatan model bisnis domestik, dan stabilitas operasional yang terjaga.
  • Pendapatan mencapai US$929,6 juta dengan EBITDA US$240,6 juta meski tanpa penjualan LNG internasional, menunjukkan efektivitas strategi efisiensi dan keseimbangan portofolio bisnis PGN.
  • PGN menjaga keandalan infrastruktur 99,9%, menyalurkan gas ke lebih dari 825 ribu pelanggan, serta berencana memperluas jaringan pipa dan layanan energi bersih menuju target net zero emission.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Di tengah dinamika pasokan energi yang fluktuatif, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memamerkan kinerja moncernya. Emiten berkode PGAS ini mengawali 2026 dengan catatan gemilang: laba bersih yang meroket 46 persen secara tahunan menjadi US$90,4 juta pada kuartal pertama.

Lonjakan laba subholding gas milik Pertamina ini diraih tanpa sokongan penjualan LNG pada segmen trading internasional. PGN tampaknya memilih untuk bermain cantik di kandang sendiri.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyatakan kunci keberhasilan ini terletak pada penguatan model bisnis domestik dan efisiensi yang ketat.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” kata Catur dalam keterangan resminya, Senin (27/4).

Laporan keuangan perusahaan menunjukkan mesin pertumbuhan laba PGN dipicu oleh kenaikan laba kotor sebesar 12 persen (YoY). Capaian ini sejalan dengan kemampuan manajemen memangkas beban pokok hingga 7 persen, atau setara penghematan US$54 juta. Tak hanya itu, perbaikan beban keuangan dan selisih kurs turut mempertebal pundi-pundi perusahaan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, PGN membukukan pendapatan total US$929,6 juta dengan EBITDA US$240,6 juta. Manajemen menilai raihan ini sebagai cerminan portofolio bisnis yang seimbang dan disiplin keuangan yang terjaga di tengah volatilitas global.

Dari sisi lapangan, volume penyaluran gas bumi PGN mencapai 777 BBTUD, sementara volume transmisi 1.539 MMSCFD. Dengan tingkat keandalan infrastruktur 99,9 persen, PGN kini melayani lebih dari 825.000 pelanggan, merentang dari rumah tangga hingga industri.

Strategi fleksibilitas pasokan juga menjadi kartu as perusahaan. Pemanfaatan LNG digunakan secara terukur untuk menambal kebutuhan di wilayah dengan dinamika suplai yang tinggi. Volume jasa regasifikasi melalui FSRU Lampung mencapai 115 BBTUD, disusul fasilitas LNG Arun sebesar 148 BBTUD, serta FSRU Jawa Barat yang menyumbang 292 BBTUD.

Pada sektor keuangan, PGN menerapkan langkah konservatif demi meredam gejolak nilai tukar. Beban keuangan ditekan hingga US$13,7 juta. Kesehatan finansial ini tecermin pada rasio EBITDA terhadap beban bunga yang mencapai 20,75 kali, serta rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang terjaga rendah 29 persen.

Ketahanan ini makin solid dengan arus kas operasional yang positif sebesar US$86,9 juta—modal kuat bagi PGN untuk berekspansi. Catur menambahkan, kontribusi dari segmen hulu juga berfungsi sebagai bantalan yang efektif saat harga energi global berguncang.

PGN berambisi memperkokoh singgasananya dengan memperluas jaringan pipa dan mengembangkan layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG. Proyek jaringan gas rumah tangga (jargas) pun terus dipacu demi mendukung transisi energi menuju net zero emission.

“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Catur. 

Editorial Team