Jakarta, FORTUNE — Profil dan prospek saham INET kembali menjadi sorotan seiring penguatan harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk dalam beberapa bulan terakhir.
Emiten infrastruktur telekomunikasi ini mencatat lonjakan harga signifikan sejak November 2025, di tengah aksi korporasi berlapis mulai dari rights issue, penerbitan waran, hingga rencana pendanaan obligasi dan sukuk senilai Rp1 triliun.
Per 22 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, saham INET berada di level Rp570 per saham. Posisi ini lebih rendah dari level tertingginya di Rp710 pada 5 Januari 2026, namun masih mencerminkan kenaikan 36,69 persen dalam satu bulan. Jika ditarik lebih panjang, saham INET melesat dari level Rp196,51 pada 7 November 2025.
