MARKET

Laju IHSG Relatif Sideways, Masih Bertenaga Walau Terbatas

IHSG diprediksi menguat terbatas walau masih dibayangi kurs.

Laju IHSG Relatif Sideways, Masih Bertenaga Walau TerbatasProyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
02 December 2022

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih relatif melaju secara sideways, akibat hampir setaranya permintaan dan penawaran. Tapi, ada peluang menguat terbatas.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan fluktuasi nilai kurs rupiah masih akan memberatkan laju IHSG dalam jangka pendek, sehingga ada risiko koreksi wajar. “Tapi dalam jangka menengah sampai panjang, IHSG masih berpotensi naik,” ujarnya dalam riset.

Menurutnya, investor dapat memanfaatkan momentum koreksi IHSG untuk mengakumulasi pembelian saham berfundamental kuat dan berlikuiditas tinggi.

Ia memproyeksikan IHSG akan melaju pada kisaran support 7.011 dan resisten di 7.157. Saham-saham pilihannya meliputi SMRA, TBIG, SMGR, AKRA, AALI, INDF, ITMG, dan ASII.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyoroti fenomena window dressing pada akhir tahun. Menurutnya, itu berpeluang meningkatkan daya tarik investor yang akhirnya berpengaruh pada dinamika pasar.

Saham-saham berkapitalisasi dan berlikuiditas di atas Rp100 triliun, serta saham blue chip, akan menjadi magnet bagi para investor. “Ini bisa dilihat dari sejumlah indeks yang berkonstituen dengan fundamental baik, seperti LQ45, IDX30, dan sebagainya,” katanya.

Ia pun memprediksi IHSG menguat terbatas pada kisaran 6.996 sampai dengan 7.108. Saham pilihannya meliputi PGAS, PNLF, dan INKP.

Kemarin sore IHSG terkoreksi 0,85 persen ke level 7.020 karena pelemahan sektor finansial, teknologi, consumer non-cyclicals, kesehatan, consumer cyclicals, dan infrastruktur.

Perspektif teknikal laju IHSG

Ilustrasi IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.