Comscore Tracker
MARKET

Sumber Mas Konstruksi Resmi IPO, Saham Langsung Terkoreksi 9,85%

Meski saat pembukaan sempat naik ke Rp290 per saham

Sumber Mas Konstruksi Resmi IPO, Saham Langsung Terkoreksi 9,85%Saham SMKM resmi tercatat di BEI, Rabu (9/3/22). (Dok. SMKM)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) resmi melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/3). Meski demikian, harga saham perseroan langsung terkoreksi 9,85 persen dari harga penawaran Rp264 per saham menjadi Rp238.

Meski sempat dibuka naik ke harga Rp290 per saham, tapi tak lama berselang saham perseroan bergerak ke zona merah. 

Mengutip prospektus, Sumber Mas Konstruksi menawarkan 250 juta saham baru atau setara 19,95 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal Rp100 per saham dan harga penawaran Rp264. 

Direktur Utama SMKM, Budi Aris mengatakan, penawaran umum perseroan diharapkan mampu mengembangkan usaha perseroan sehingga ke depannya bertumbuh secara berkesinambungan.

“Melalui IPO, selain terbukanya akses permodalan yang luas, memperkuat imej perusahaan serta peluang kerja sama yang semakin terbuka,” katanya di Jakarta, Rabu (9/3).

Pengunaan dana IPO Sumber Mas Konstruksi

Dari hasil Penawaran Umum ini, Perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp66 miliar sebelum dikurangi biaya-biaya emisi.

Dari dana tersebut, perusahaan akan mengalokasikannya untuk keperluan:
- Sebesar 97 persen untuk modal kerja konstruksi proyek Perseroan di
masa yang akan datang baik pada sektor swasta maupun Pemerintahan;
- Sebesar 3 sisanya  sisanya akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Profil perusahaan

Berdiri sejak 1981, SMKM mulai menjajaki bisnis jasa konstruksi jalan dan saluran air. Kemudian pada 2016, perseroan mengembangkan usahanya dengan memulai jasa servis arsitektur dan engineering. Dua tahun setelahnya, SMKM pun merambah bisnis jasa konstruksi umum. 

“Khususnya pembangunan gedung, jalan, jembatan, dan konstruksi rumah tempat tinggal, dan gedung,” imbuh Budi.

Berbekal pengalaman 30 tahun di bidang konstruksi, perseroan sudah mengantongi berbagai hal. Ditambah dengan progres pembangunan nasional, perusahaan konstruksi itu yakin dengan potensi yang kian baik di masa depan.

Hingga September 2021, Sumber Mas Konstruksi membukukan pendapatan senilai Rp126,6 miliar dengan laba bersih Rp12,4 miliar serta margin pendapatan bersihnya senilai 9,79 persen.

SMKM juga tak memiliki utang berbunga selama Desember 2019 hingga September 2021. Jumlah asetnya sendiri mencapai Rp132,2 miliar; sedangkan total ekuitasnya Rp125,2 miliar.

SMKM juga berencana menebar dividen kas maksimal 20 persen dari laba bersih pada 2022.

Related Articles