Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pembatasan RKAB, Tekan Bisnis Pertambangan dan Alat Berat UNTR

3 min read
Pembatasan RKAB, Tekan Bisnis Pertambangan dan Alat Berat UNTR
Gedung Head Office United Tractors
  • Pembatasan RKAB 2026 menekan penjualan alat berat Komatsu dan batu bara UNTR, termasuk melalui penahanan pembelian oleh pelanggan pertambangan.

  • RKAB UNTR meningkat dari sekitar 7,4 juta ton pada pertengahan Juli menjadi 12,4 juta ton pada Agustus 2026.

  • Permintaan alat berat diperkirakan pulih bertahap mulai 2027 karena pelanggan masih mengaktifkan unit yang sebelumnya idle.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kapan permintaan alat berat UNTR pulih?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Pembatasan kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menekan kinerja operasional pertambangan hingga penjualan alat berat anak usaha Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR). 

Direktur Keuangan United Tractors, Vilihati Surya mengatakan penurunan penjualan alat berat salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan. 

Akibatnya, sejumlah pelanggan alat berat yang bergerak di sektor pertambangan menahan pembelian unit baru.

“Pelanggan kami yang bergerak di coal mining mengerem dulu pembelian alat-alat berat,” ujarnya dalam acara Astra Media Day, Rabu (23/9).

Berdasarkan data internal perusahaan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, penjualan unit alat berat Komatsu perseroan turun 21 persen menjadi 2.689 unit. Dari total tersebut, penjualan mesin besar (big machine) paling terdampak dengan penurunan sebesar 49 persen menjadi 436 unit. Padahal, alat berat bermesin besar merupakan segmen penting karena nilai per unitnya dapat mencapai 10–15 kali lipat dibandingkan mesin kecil.

Kondisi serupa juga terjadi di anak usaha UNTR, yakni PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan Kalimantan Prima Persada (KPP) yang menahan pembelian alat berat sebagai bagian dari upaya menjaga efisiensi dan kapasitas neraca.

Tak hanya penjualan alat berat, penjualan batu bara perseroan turun 22 persen seiring pembatasan RKAB. Hingga semester I 2026, RKAB yang diperoleh perseroan turun sekitar 50 persen. Padahal, kapasitas produksi batu bara perseroan dapat mencapai 15 juta ton.

Namun, pada pertengahan Juli 2026, perseroan mendapatkan persetujuan RKAB untuk produksi sekitar 7,4 juta ton. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 12,4 juta ton pada Agustus.

“Ini merupakan sinyal positif untuk industri pertambangan batu bara di Indonesia, dan juga sinyal positif untuk mining contracting serta Tuah Turangga Agung (TTA),” kata Vilihati.

Namun, tantangan cuaca kering atau El Niño di Kalimantan Tengah dinilai dapat memengaruhi produksi dan waktu penjualan batu bara.

Dengan adanya tambahan ini, perseroan memperkirakan penjualan akan lebih maksimal pada November dan Desember. Sebagian produksi juga akan disimpan sebagai persediaan di Indonesia.


  1. Proyeksi Pemulihan Penjualan

    Kendati produksi batu bara membaik seiring persetujuan RKAB,  peningkatan permintaan alat berat diperkirakan tidak langsung terjadi karena pelanggan masih memiliki unit yang sebelumnya menganggur (idle). Dengan demikian, kenaikan permintaan alat berat diperkirakan berlangsung secara bertahap.

    “Alat berat ini memang yang paling terakhir. Ketika harga batu bara turun, dampaknya berimbas kepada mining contracting. Sekarang mereka mulai mengaktifkan unit yang masih idle,” ujarnya.

    Oleh karenanya, perseroan memperkirakan pemulihan permintaan alat berat berpotensi berlangsung secara gradual mulai 2027. UNTR masih mempertahankan target sekitar 4.000 unit alat berat pada 2026, dengan sekitar 500 unit di antaranya diperkirakan berasal dari kebutuhan replacement.

    Ia menilai peningkatan RKAB pada tahun-tahun berikutnya akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan permintaan alat berat.

    “Pemulihannya kami lihat mungkin gradual increase pada 2027. Kalau RKAB naik terus, itu akan benar-benar berhubungan buat United Tractors dan bisa nanti bertambah,” ujar Vilihati.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More