Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berisiko dibayangi tekanan jual asing pada paruh kedua 2022 di tengah ancaman resesi global. Untuk itu, para pelaku pasar diwanti-wanti untuk berhati-hati dalam mengelola portofolio investasinya.
Head of Investment Research Strategist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, menyarankan para pelaku pasar untuk mewaspadai aliran dana asing yang keluar dari pasar modal. Sebab, bila itu terus terjadi, fluktuasi IHSG masih akan terbilang tinggi.
Menurutnya, di kondisi seperti itu, para investor sebaiknya tak melawan arus para investor asing.
“(Misal) kalau investor asing lagi outflow di sektor finansial, menurut saya jangan bermain (membeli), jangan trade (di sektor itu). Mungkin trade (masih bisa) untuk yang benar-benar jangka pendek,” jelasnya dalam Mirae Asset Day yang digelar virtual, dikutip Rabu (13/7).
Para investor juga diminta mewaspadai perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk resesi yang diproyeksikan akan terjadi di sana.
“Saat ini mereka (AS) masih terpecah, apakah akan resesi atau tidak. Tapi menurut kami akan resesi,” kata Hariyanto.