Jakarta, FORTUNE - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melakukan divestasi saham pada salah satu anak usahanya, yakni Surge International Supply Chain Management Co., Limited. (SISCM).
Divestasi itu perseroan lakukan melalui PT Gawai Maju Indonesia (GMI). Berdasarkan dokumen pengalihan yang dibuat pada 30 April 2026, GMI mengalihkan sahamnya kepada PT Investasi Gemilang Maju (IGM) selaku pihak ketiga.
"Pada transaksi tersebut, GMI mengalihkan sahamnya kepada IGM seluruhnya sebanyak 51 saham biasa atau senilai 51 HKD," kata Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (5/5).
Dengan adanya perubahan tersebut, tidak ada dampak signifikan terhadap perseroan, selain SISCM yang tidak lagi dikonsolidasikan pada laporan keuangan konsolidasi perseroan.
Transaksi itu bukan merupakan transaksi material sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan transaksi.
Terkait kinerja, pada kuartal-I 2026, WIFI membukukan pendapatan bersih senilai Rp783,6 miliar, naik 238,3 persen (YoY) dari Rp552 miliar. Laba bersihnya pun meningkat 99,2 persen (YoY) dari Rp82,6 miliar menjadi Rp164,5 miliar.
Dari segi neraca, perseroan membukukan total aset senilai Rp16,2 triliun pada akhir Maret 2026, naik dari Rp15,2 triliun pada akhir Desember 2025. Liabilitasnya pun meningkat dari Rp6,7 triliun menjadi Rp7,4 triliun. Sementara itu, jumlah ekuitas perseroan hanya naik dari Rp8,5 triliun menjadi Rp8,7 triliun.
Per akhir perdagangan Selasa, saham WIFI ditutup naik 1,7 persen ke harga Rp2.390 dari harga penutupan hari sebelumnya, Rp2.350. Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksi mencapai 16,9 juta saham, dengan nilai transaksi Rp40,1 miliar, dan frekuensi transaksi sebanyak 3,55 ribu.
