Jakarta, FORTUNE - Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) bersikap jujur dalam upaya menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Sejauh ini upaya yang dilakukan oleh Kementan dianggap belum maksimal.
Pertama, terkait janji produksi vaksin PMK dalam negeri oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Nasrullah di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya. Dia mengeklaim telah menghasilkan vaksin PMK dalam negeri yang mencapai 200 ribu vaksin.
Namun, hingga kini vaksin tersebut ternyata tak kunjung diproduksi. Padahal pada rapat sebelumnya, Kementan berjanji vaksin dapat diproduksi pada Agustus ini.
"Anda berani mempertanggungjawabkan pernyataan Anda kalau 200 ribu vaksin sudah diproduksi. Karena setahu saya Anda baru masih MoU dengan salah satu perusahaan asing dan belum memproduksi," ujar Sudin dalam rapat kerja bersama Kementan yang disiarkan secara virtual, Rabu (31/8).
Sudin mengaku dapat membongkar kebohongan dari Kementan, karena dapat mengeceknya langsung. “Jadi tolong jujur,” katanya.
Dia juga turut mempertanyakan harga beli vaksin PMK yang dilakukan oleh Dirjen PMK pada tahap pertama pengadaan vaksin.