Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Anggaran Tambahan ESDM Rp14 Triliun Cair, Fokus Lisdes hingga Jargas
Di bawah arahan Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah lewat program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) membawa terang ke pelosok negeri. (Dok. ESDM)
  • Kementerian ESDM menerima tambahan anggaran Rp14 triliun dari Kementerian Keuangan untuk tahun 2026 guna mempercepat proyek strategis nasional di sektor energi.
  • Fokus utama penggunaan dana ini adalah percepatan program listrik desa agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses listrik paling lambat pada tahun 2029.
  • Selain lisdes, anggaran juga dialokasikan untuk pembangunan jaringan gas kota, pemberian konverter kit bagi nelayan, serta bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tambahan anggaran Rp14 triliun bagi Kementerian ESDM menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperluas akses energi secara merata di seluruh Indonesia. Fokus pada program listrik desa, jaringan gas kota, dan bantuan bagi masyarakat kurang mampu mencerminkan upaya nyata menghadirkan manfaat langsung bagi warga, terutama di daerah terpencil yang selama ini belum terjangkau infrastruktur energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tambahan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk 2026 telah cair dari Kementerian Keuangan. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat berbagai proyek strategis nasional, mulai dari program listrik desa (lisdes), pembangunan jaringan gas kota (jargas), hingga infrastruktur pipa transmisi gas bumi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengatakan tambahan anggaran tersebut menjadi dorongan penting demi memperluas akses energi bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Tahun 2026 ini ABT kita tambahannya Rp14 triliun,” kata Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5)

Menurut Erani, salah satu fokus utama penggunaan tambahan anggaran tersebut adalah percepatan program listrik desa. Pemerintah menargetkan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses listrik paling lambat pada 2029.

Program lisdes menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada sektor energi. Tambahan anggaran dinilai penting untuk mengejar target rasio elektrifikasi nasional, terutama di wilayah terpencil dan daerah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.

Pada September 2025, Komisi XII DPR RI telah menyetujui usulan pagu definitif Kementerian ESDM sebesar Rp21,67 triliun untuk tahun anggaran 2026. Nilai tersebut melonjak signifikan dibandingkan dengan pagu awal yang hanya Rp8,12 triliun.

Kenaikan anggaran tersebut diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan belanja rutin kementerian, tetapi juga untuk mempercepat realisasi berbagai program strategis pemerintah pada bidang energi dan sumber daya mineral.

Dalam rapat bersama DPR kala itu, Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengatakan tambahan anggaran senilai Rp8,55 triliun akan difokuskan guna mendukung peningkatan rasio elektrifikasi nasional.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp5 triliun dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur listrik desa di 1.135 lokasi.

Kementerian ESDM juga akan mengarahkan belanja infrastruktur 2026 untuk program yang menyentuh langsung masyarakat. Beberapa di antaranya adalah pembangunan jaringan gas kota (jargas), pemberian converter kit bagi nelayan, hingga bantuan pasang baru listrik untuk masyarakat kurang mampu.

Tambahan Rp14 triliun ESDM sebaiknya fokus ke mana?

Editorial Team