Jakarta, FORTUNE — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyinggung Doktrin Monroe setelah operasi Amerika Serikat terhadap Venezuela pada awal Januari 2026.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (3/1/2026), Trump mengaitkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dengan prinsip kebijakan luar negeri yang pertama kali diumumkan pada abad ke-19. Rujukan tersebut menempatkan kembali Doktrin Monroe dalam perbincangan geopolitik kontemporer, terutama terkait posisi Amerika Serikat di Belahan Barat.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai kelanjutan dari doktrin yang diumumkan Presiden kelima AS, James Monroe, pada 1823. Dalam konferensi pers, Trump mengatakan AS akan “menjalankan negara itu” hingga tercipta “transisi yang aman, layak, dan bijaksana.”
Ia juga menegaskan dominasi Washington di kawasan Amerika. “Doktrin Monroe adalah hal besar, tetapi kami telah melampauinya jauh, sangat jauh. Sekarang mereka menyebutnya Dokumen Donroe,” ujar Trump, seraya menambahkan, “Dominasi Amerika di Belahan Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi.”
