Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan menguat hingga ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) seiring masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik dan bertambahnya devisa hasil ekspor (DHE).
Purbaya mengatakan pemerintah saat ini tengah memperkuat fondasi ekonomi dan menjaga stabilitas pasar obligasi agar investor asing tetap berinvestasi di Indonesia. “Kalau saya bilang, pemain valas cepat-cepat jual lah. Kita akan dorong rupiah ke arah Rp15.000,” ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival, dilansir secara daring, Jumat (22/5).
Menurutnya, pemerintah aktif masuk ke pasar obligasi untuk menjaga agar yield surat utang negara tidak naik terlalu tinggi. Langkah itu dinilai penting agar investor asing tidak keluar dari pasar domestik. “Walaupun rupiah melemah, yield obligasi cenderung turun dalam satu minggu terakhir karena kita beli obligasi di pasar sekunder,” katanya.
Purbaya menyebut strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Investor asing, kata dia, mulai kembali masuk baik ke pasar obligasi sekunder maupun pasar primer. “Investor asing sudah masuk ke pasar sekunder kita, sudah masuk juga ke pasar primer. Mungkin sekarang sudah hampir Rp2 triliun lebih masuk,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga baru menerbitkan global bond senilai sekitar US$3,4 miliar yang terdiri dari obligasi dolar AS dan euro. Dana hasil penerbitan itu diyakini akan menambah pasokan dolar di dalam negeri. “Kalau itu masuk ke sini minggu depan, itu tambahan suplai dolar ke ekonomi kita. Jadi saya tekankan lagi rupiah akan menguat,” katanya.
Purbaya mengatakan, fundamental ekonomi terus diperbaiki dan pertumbuhan ekonomi domestik masih terjaga. “Fondasi ekonomi akan membaik terus ke depan. Dan IHSG pasti akan naik secara bertahap, jadi enggak usah takut” ujarnya.
Ketika dimintai tanggapan mengenai statementnya yang terlalu optimistis mengenai ekonomi Indonesia, Purbaya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan calculated move.
“Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya kira-kira emang ke arah sana, kan kalau teori ekonomi saya sudah lulus,” kata Purbaya.
