Comscore Tracker
NEWS

Sandiaga: Kunjungan Wisman Melonjak Tajam Hampir 2.000%

Tahun 2023, kunjungan wisman ditargetkan capai 3,5-7,4 juta

Sandiaga: Kunjungan Wisman Melonjak Tajam Hampir 2.000%Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba. (Commons.wikimedia)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan, hingga semester pertama 2022 sektor pariwisata tumbuh signifikan. Capaian ini diperkirakan berlanjut hingga tahun depan dan menjadikan sektor pariwisata memiliki prospek cukup menjanjikan ke depan.

Kemenparekraf mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2022 mencapai 345.440. Jumlah ini meningkat tajam hingga 1.973,96 persen dibandingkan bulan Juni 2021. Sedangkan, jumlah kunjungan wisman pada Januari-Juni 2022 mencapai 743.210 atau naik 929,66 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, dengan konsep terbaru personalize, customize, localize, dan smaller in size, dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin, pemerintah berhasil ‘memaksa’ menerapkan perubahan pada sektor dan pelaku usaha parekraf.

"Alhamdulilah wisatawan sekarang tinggal lebih lama dan berbelanja juga semakin banyak, dan permintaan remote work juga semakin meningkat,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (22/8).

Oleh karena itu, pada 2023 Kemenparekraf menargetkan kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,5-7,4 juta kunjungan, naik hampir dua kali lipat dibanding target tahun ini yang mencapai 1,8-3,6 juta kunjungan.

“UNWTO memprediksi pariwisata (global) akan kembali tumbuh 70 persen dibandingkan tahun 2019,” katanya.

Sektor yang berkontribusi

Menparekraf, Sandiaga S. Uno, dalam WPB Senin (22/8).

Sandiaga menyampaikan bahwa peningkatan yang diraih sektor pariwisata Indonesia didukung oleh sejumlah subsektor yang menunjukkan pertumbuhan sangat baik. Salah satunya adalah perhotelan yang tingkat okupansinya terus meningkat.

Data Kemenparekraf menujukkan, tingkat hunian hotel berbintang pada Juni 2022 mencapai 50,28 persen atau naik 11,23 poin dari pencapaian 2021.

Selain itu, permintaan terhadap ekowisata juga berkontribusi cukup besar. Demikian pula dengan permintaan wisata desa yang naik 30 persen. “Saya melihat bahwa neraca dan proyeksi dari pariwisata dan ekonomi kreatif menujukkan angka-angka yang sangat signifikan,” katanya.

Tantangan dan langkah yang disiapkan

Meski demikian, pencapaian yang diraih sektor pariwisata yang dicapai pada 2022 serta target  2023 tidak lepas dari berbagai macam tantangan pasca pandemi. “Seperti VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), harga tiket yang meningkat, tapi kami meyakini dengan kebijakan yang tepat kita akan percepat pemulihan pasar industri pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata dia.

Alhasil, untuk saat ini Kemenparekraf masih akan berfokus pada kunjungan wisata domestik. “Tapi saya yakin, dengan kebijakan visa yang lebih baik, dengan kemudahan konektivitas, penerbangan langsung yang lebih banyak, kita yakin Indonesia akan mampu mencapai target 2023,” ujarnya.

Kemenparekraf akan memaksimalkan lima destinasi super prioritas, dukungan event maupun MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) untuk menarik wisatawan, di samping meningkatkan kualitas pariwisata melalui reskilling, upskilling, dan new skilling untuk para SDM.

"Juga beberapa program unggulan, seperti desa wisata kabupaten kota kreatif dan diplomasi kuliner Indonesia ‘Spice Up The World’,” ujarnya.

Capaian sektor ekonomi kreatif

Pengunjung melihat produk kreatif saat acara Sekati Ing Mall 2021 di Mal Malioboro, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

Kemenparekraf mencatat, pada medio 2017-2020, sektor ekonomi kreatif terus menujukkan pertumbuhan. 

"Tapi di 2021 luar biasa pertumbuhannya. Dari 2020 yang hanya US$18,8 miliar, di 2021 tembus US$23,9 miliar, alhamdulliah,” ujarnya.

Sektor ekraf memiliki kontribusi ekspor 10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Tiga primadona subsektor ekraf yang memiliki sumbangan terbesar terhadap ekspor di antaranya: komoditas fesyen 61,6 persen, kriya 31,3 persen dan  kuliner 6,9 persen.

“Target 2022 adalah US$25,14 miliar dan fokus utamanya adalah fesyen, kriya, dan kuliner. Tapia da lagi yang lain, yaitu aplikasi permainan, televisi, radio, juga produk ekonomi kreatif lainnya, termasuk fotografi, periklanan, penerbitan, seni pertunjukan, dan seni rupa,” ujar Menteri Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga optimitis 200 startup yang hadir di Indonesia pada 2022 akan meningkat hingga 300 startup pada 2023. “Kalau 10 persen dari 500-an startup yang dua tahun ini bisa menciptakan 10.000 lapangan kerja, maka target untuk mencapai 4,4 juta lapangan kerja di 2024 bisa tercapai,” katanya.

Related Articles