Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Belanja Kebutuhan Pokok Digital Naik 52%, F&B Tembus Rp20,6 Triliun

3 min read
Belanja Kebutuhan Pokok Digital Naik 52%, F&B Tembus Rp20,6 Triliun
ilustrasi belanja online (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Nilai transaksi F&B di e-commerce mencapai Rp20,6 triliun pada Januari-Juni 2026, naik 52% tahunan; pangsanya di pasar FMCG online meningkat dari 20% menjadi 23%.
  • Kenaikan didorong permintaan konsumen, dengan volume penjualan F&B tumbuh 33%; air mineral naik 219%, minyak goreng 123%, serta beberapa kebutuhan rutin dan camilan ikut meningkat.
  • Toko non-resmi menyumbang 77% transaksi F&B senilai Rp15,8 triliun. Shopee memimpin dengan Rp12,2 triliun atau 59% pasar, disusul ShopTokopedia Rp8,1 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Belanja kebutuhan makanan dan minuman mulai mengambil porsi lebih besar di pasar e-commerce Indonesia. Produk Food & Beverages (F&B) tercatat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan pasar FMCG digital pada Semester I 2026.

Berdasarkan laporan Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 dari Compas.co.id, nilai transaksi F&B mencapai Rp20,6 triliun sepanjang Januari-Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 52 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan Rp13,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut mengerek kontribusi F&B terhadap keseluruhan pasar FMCG online. Pangsa kategori ini meningkat dari 20 persen menjadi 23 persen.

Kenaikan transaksi juga dibarengi dengan peningkatan jumlah produk yang terjual. Sales quantity F&B bertumbuh 33% YoY. Data tersebut menunjukkan peningkatan transaksi tidak semata-mata berasal dari perubahan harga sejumlah komoditas yang dapat mencapai sekitar 15 persen, tetapi juga mencerminkan bertambahnya volume permintaan konsumen.

Perubahan tersebut menandai bergesernya pola belanja masyarakat di kanal digital. Jika sebelumnya e-commerce lebih banyak digunakan untuk membeli produk sekunder dan kebutuhan gaya hidup, kebutuhan rumah tangga sehari-hari mulai ikut berpindah ke kanal tersebut.

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, mengatakan pergeseran belanja di Semester 1 2026 membuktikan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terbiasa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga secara digital.

"E-commerce tidak lagi terbatas pada pembelian produk sekunder atau gaya hidup, tetapi mulai menjadi konsiderasi alternatif untuk pembelian kebutuhan pokok, dapur, dan kebutuhan harian masyarakat.” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (2/10).

F&B Transactions Surge 52% YoY, Capturing 23.3% of FMCG E-commerce Market Share in H1 2026..png
Dok. Compas.co.id

Pertumbuhan F&B di kanal digital terutama terlihat pada produk yang berkaitan dengan konsumsi rumah tangga sehari-hari. Data Compas.co.idmenunjukkan sejumlah kategori kebutuhan pokok dan bahan dapur mengalami peningkatan transaksi yang signifikan.

Mineral Water atau air mineral mencatat pertumbuhan nilai transaksi tertinggi, yakni 219 persen YoY. Setelahnya terdapat Cooking Oil atau minyak goreng yang tumbuh 123 persen YoY.

Sejumlah produk konsumsi rutin lainnya juga mencatat kenaikan. Penjualan teh meningkat 97 persen YoY, sedangkan Instant Noodles & Pasta tumbuh 91 persen. Gula naik 79 persen, sementara kopi mencatat pertumbuhan 75 persen. Kenaikan juga terjadi pada produk makanan ringan. Transaksi Candy meningkat 121 persen YoY, sedangkan Sweet Snacks tumbuh 100 persen YoY.

Selain perubahan pola belanja, faktor musiman turut memengaruhi kinerja kategori F&B selama awal 2026. Periode Ramadan hingga persiapan Lebaran mendorong peningkatan transaksi sejumlah subkategori pada kuartal I 2026.

Secara quarter-on-quarter (QoQ), transaksi Fruits atau buah-buahan melonjak 255 persen. Biskuit dan kue kering meningkat 157 persen, sementara Gift Sets & Hampers tumbuh 133 persen. Kategori kacang-kacangan juga mencatat kenaikan sebesar 130 persen QoQ selama periode tersebut.

Dari sisi saluran penjualan, toko non-resmi atau Non-Official Store masih mendominasi transaksi F&B di e-commerce dengan menyumbang 77 persen transaksi F&B atau sekitar Rp15,8 triliun. Sementara itu, Official Store berkontribusi 23 persen dengan nilai transaksi sekitar Rp4,8 triliun.

Persaingan antaraplikasi juga memperlihatkan konsentrasi transaksi pada dua pemain utama. Shopee memimpin kategori F&B dengan nilai transaksi Rp12,2 triliun dan pangsa pasar 59 persen. ShopTokopedia berada di posisi berikutnya dengan nilai transaksi Rp8,1 triliun atau menguasai sekitar 39 persen pasar F&B.

Data tersebut merupakan bagian dari laporan FMCG E-commerce Market Update Semester 1 2026 yang diterbitkan Compas.co.id. Analisisnya mencakup lima kategori FMCG utama, yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, serta Homecare. Data dalam laporan dihimpun dari aktivitas transaksi di Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli selama periode Januari hingga Juni 2026

F&B Categories Grew in Both Sales Value and Sales Qty.png
Dok. Compas.co.id
    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More