Logo-logo IKN Nusantara/Tangkapan Layan Website Pilih Logo IKN
1. Logo IKN karya Agra Satria
Agra Satria merupakan pendiri dan direktur kreatif MATA Studio dengan pengalaman profesi lebih dari 1,5 dekade. Alumni S1 DKV ITB, memulai karir dari clothing indie Bandung Opium, kemudian ke biro desain Leboye, Fullfill, Tre Studio dan APART Collective Milan. Ia menempuh program beasiswa Master in Visual Branding Design Domus Academy, Italia.
Ia mendesain logo IKN dengan formasi modular untuk menggambarkan negara Indonesia yang berupa jajaran kepulauan dan desain planologi Ibu Kota Nusantara. Terinspirasi dari Ragam Hias Pohon Hayat, selaras dengan kosmologi dasar Ibu Kota Negara Nusantara.
Akar merupakan simbol hubungan kolaboratif manusia dengan alam, batang pohon sebagai gambaran hubungan harmonis antara sesama manusia, dahan representasi hubungan manusia dengan nilai-nilai luhur. Identitas IKN Nusantara diwarnai dengan pilihan 9 warna kontemporer yang cerah.
2. Logo karya Aulia Akbar
Aulia Akbar merupakan lulusan Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung pada tahun 2014. Ia adalah co-founder POT Branding House, anggota aktif ADGI (Asosisasi Desainer Grafis Indonesia) Chapter Bandung serta mengajar desain grafis secara luring di ITENAS dan daring Pixel Ninja.
Aulia membuat logo "Pohon Hayat Nusantara" yang terinspirasi oleh bentuk penghayatan simbolisme pohon dari barat sampai timur Indonesia. Sumber kehidupan sekaligus kekayaan hayati yang melimpah di ekologi kita.
Simbol dasar yang tumbuh dari 5 akar ideologi bangsa (Pancasila), tumbuh mengalir menjadi 7 batang gugus pulau besar di Indonesia, lalu terhubung dalam satu lingkaran utuh yang menumbuhkan 17 kembang mekar sebagai simbolisasi kemerdekaan abadi. Rancangan logo Nusantara ini disuarakan oleh font "IKN Sutasoma" yang terinspirasi oleh aksara Pallawa, salah satu aksara tertua di Asia Tenggara yang ditemukan di Kutai, Kalimantan.
3. Logo karya Dimas Fakhruddin
Ia adalah desainer grafis profesional asal Malang, Jawa Timur. Dimas mendirikan Yumakiso Studio, studio desain grafis yang berfokus pada branding, packaging, dan tipografi.
Secara visual, logo karya Dimas mengambil bentuk sirkular sebagai representasi pergerakan kolektif masyarakat Indonesia. Berpusat pada simbol bintang yang merepresentasikan Pancasila sebagai pondasi utama membangun IKN Nusantara. Ia juga harapan agar kelak menjadi rumah bersama untuk saling bersinergi serta menjadi salah satu role model Kota Dunia.
4. Logo karya Ismiaji Cahyono
Lulusan S1 DKV ITB ini mengawali karirnya di Leboye Design sebelum melanjutkan S2 ke School of the Art Institute of Chicago atas beasiswa Fulbright. Ia adalah kepala studio desain SUNVisual, serta aktif sebagai pengelola organisasi kolaboratif DGI yang fokus pada pengarsipan dan pencatatan desain grafis Indonesia.
Ia terinspirasi dari kearifan Kampung, lingkungan rumpun keluarga yang tumbuh mandiri dalam keterhubungan. Unit terkecil kampung adalah rumah, tempat bertumbuh dan diayomi. Untuk masuk ke dalamnya kita melalui ambang atau pintu dan dilindungi atap.
Karena itu, ia membuat ikon rumah yang dipadupadankan dengan ambang dan atap, yang diserap pada huruf "N" di tengah nama Nusantara. Ikon rumah diapit "Nusa" berarti kepulauan, dan "Tara" berarti ‘sama tingkatnya’. Hal ini dimaknasi sebagai ibukota sebagai pusat pengelola beragam ‘kampung’ dalam pelayanan yang setara.
5. Logo karya Wildan
Ia adalah co-founder workbyw, perusahaan konsultan brand berlokasi di Jakarta. Karyanya telah dipublikasikan di beragam media Internasional seperti The Dieline, Creative Talk Asia: Hidden Gem, dan Brand Magazine Hong Kong.
Logo karya Wildan berusaha merangkai masa lalu untuk masa depan yang kita tuju. Sejalan dengan ideologi, keluhuran budaya, dan semangat maju bersama di antara kita. Bersama, kita bersinergi dari Nusantara untuk Indonesia dan dunia.
Nusantara, di zamrud khatulistiwa, memiliki beragam perbedaan yang saling berdampingan. Hidup dengan keluhuran budaya, tapi terbuka terhadap inovasi dunia. Memiliki banyak budaya daerah, tapi satu identitas bangsa. Politik luar negeri non blok, tapi aktif dalam perdamaian dunia. IKN Nusantara menjadi keseimbangan baru, ruang kebersamaan, semangat gerakan persatuan kita.