Jakarta, FORTUNE - Penjualan sepeda motor dalam negeri kembali bergairah secara bulanan pada Agustus 2021. Penjualan motor merupakan salah indikator yang kerap dijadikan petunjuk seberapa besar perekonomian dapat tumbuh
Berdasarkan data Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (AISI), penjualan motor sepanjang bulan lalu mencapai 470.065 unit, atau tumbuh 24,8 persen secara bulanan (year-on-year/yoy). Penjualan motor secara tahunan (year-on-year/yoy) bahkan tumbuh signifikan 48,2 persen dari sebelumnya hanya sebesar 317.107 unit.
Penjualan motor sempat terkoreksi 12,1 persen secara bulanan pada Juli 2021 menjadi 376.640 unit. Penurunan penjualan motor ini disinyalir akibat pengetatan pembatasan sosial. Pemerintah pada awal Juli memutuskan untuk melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali demi meredam gelombang kedua penyebaran Covid-19.
Meski meningkat, penjualan motor pada Agustus 2021 ini nilainya belum melebihi angka penjualan terbesar tahun ini. Berdasarkan data AISI, penjualan motor tertinggi pada 2021 terjadi pada Maret sebanyak 521.424 unit.
Jika dilihat dalam jangka panjang, pada Januari-Agustus ini penjualan sepeda motor secara kumulatif telah mencapai 3,29 juta unit. Angka tersebut tumbuh 32,2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,49 juta unit.
Dibedah berdasarkan segmennya, motor skuter matik masih mendominasi angka penjualan dengan kontribusi 87,3 persen. Setelahnya, kontribusi motor bebek 6,6 persen dan motor sport 6,1 persen.