Tampilan aplikasi ‘Carbon Footprint Calculator’
Kolaborasi ini menampilkan prototyping CFPC dalam rangka penguatan reputasi pariwisata untuk mendukung Presidensi G20, kolaborasi platform aplikasi CFPC, sinergi inisiatif pelaku pariwisata di destinasi dalam rangka penerapan CFPC. Selain itu, juga untuk monitoring carbon-offset di destinasi menuju skema carbon trading di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sandiaga menyampaikan, Carbon Footprint Calculator juga dapat meningkatkan nilai reputasi dan kepercayaan publik pada sektor pariwisata serta menguatkan gerakan climate friendly tourism.
“Saya sampaikan secara tegas bahwa kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif harus intended, bahwa isu-isu lingkungan ini menjadi isu utama kita. Maka hari kita kick off program ini, dan kita harapkan menjadi pembuka untuk berkolaborasi dengan banyak stakeholder. Kita pastikan gerakan ini menjadi gerakan nasional yang mengatasi berbagai krisis akibat perubahan iklim dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan,” kata Sandi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (20/1).
Keberlanjutan ekonomi dan kelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan, kata dia, menjadi jalinan dan ini sesuai dengan tren pariwisata personalized, customized, localize, dan smallers impact.
CEO Jejak.in, Arfan Arlanda, berharap inisiatif Kemenparekraf dan kolaborasi ini dapat berkontribusi menjalankan pariwisata yang ramah lingkungan. Program ini juga secara signifikan mendukung perubahan iklim dan capaian target emisi di Indonesia.
“Semoga inisiatif ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa diimplementasi ke seluruh industri pariwisata, di sektor swasta sebagai pelaku ekonomi langsung, sehingga memberikan dampak yang sangat besar untuk di Indonesia,” ujarnya.