Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Penggambaran Laju Inflasi
Tingkat Inflasi

Intinya sih...

  • BI memprediksi penjualan eceran Desember 2025 tumbuh sebesar 4,4% secara tahunan (yoy).

  • Pertumbuhan penjualan eceran didorong oleh kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.

  • Proyeksi tekanan inflasi meningkat dalam tiga bulan ke depan, namun harga diprakirakan menurun pada Mei 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia memprediksi kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 masih tumbuh. Perkiraan itu didasarkan pada Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 yang diprakirakan tumbuh sebesar 4,4 persen secara tahunan (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menilai kinerja penjualan eceran utamanya ditopang oleh pertumbuhan kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau.

Pertumbuhan juga disokong oleh barang budaya dan rekreasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta peralatan informasi dan komunikasi, yang sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

"Secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,0 persen secara bulanan (mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,5 persen (mtm)," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin (12/1).

Pada November 2025, BI mencatat pertumbuhan IPR secara tahunan sebesar 6,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan IPR bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen (yoy). Pertumbuhan IPR ini juga didukung oleh peningkatan penjualan suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.

Sementara itu, secara bulanan penjualan ritel pada periode tersebut meningkat 1,5 persen disokong oleh lonjakan permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi meningkat dalam tiga bulan ke depan atau Februari 2026. Hal ini dipengaruhi Ideks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tercatat naik menjadi 168,6, dipengaruhi ekspektasi kenaikan harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Sedangkan pada enam bulan yang akan datang, yaitu Mei 2026, harga diprakirakan menurun. Hal ini tecermin dari IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar 161,7.

Editorial Team

EditorEkarina .