Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IMG-20260205-WA0002.jpg
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Dok Fortune Indonesia

Intinya sih...

  • Pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2025 mencapai 5,11%, dengan pertumbuhan kuartal IV sebesar 5,39% (YoY).

  • Lima lapangan usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.

  • Konsumsi rumah tangga dan PMTB menjadi penyumbang utama PDB pada tahun 2025, dengan akumulasi kontribusi 82,65 persen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 sebesar 5,11 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen (YoY).

“Pertumbuhan 5,39 persen ini pertumbuhan tahunan triwulan IV tertinggi pasca pandemi Covid-19,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis (5/2).

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025, atas harga dasar berlaku (ADHB) Rp6.147,2 triliun kemudian atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.474,5 triliun. 

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia sepanjang 2025, ADHB menjadi Rp23.821,1 triliun, dan ADHK sebesar Rp13.580,5 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, lima lapangan usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. “Pada triwulan 4-2025, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,10 persen,” imbuhnya.

Dari sumber pertumbuhannya, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di industri transportasi dan pergudangan, yang tumbuh didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan Libur Nataru dan kebijakan stimulus diskon tarif angkutan. Sementara itu, informasi dan komunikasi tumbuh didukung oleh peningkatan aktivitas pengguna internet dan peningkatan traffic data operator seluler. Sementara itu, jasa keuangan juga bertumbuh didorong oleh pertumbuhan kredit.

Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi masih ditopang kontribusi komponen pada PDB yakni konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 53,63 persen dan pertumbuhan sebesar 5,11 persen (YoY).

Sementara itu, PMTB dengan kontribusi sebesar 30,02 persen dan tumbuh 6,12 persen. Ekspor yang berkontribusi 23,08 persen mengalami pertumbuhan 3,25 persen (YoY). Sedangkan konsumsi pemerintah berkontribusi 9,95 persen mengalami pertumbuhan 4,55 persen.

Pada sepanjang 2025, seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga dan PMTB menjadi penyumbang utama PDB pada tahun 2025, dengan akumulasi kontribusi 82,65 persen.

Secara terperinci, konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 53,88 persen mengalami peningkatan 4,98 persen. Sedangkan PMTB berkontribusi 28,77 persen dan pertumbuhan 5,09 persen.

“Pada tahun 2025, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 2,62 persen,” tuturnya.

Dari sisi wilayah, sepanjang tahun 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Editorial Team