Jakarta, FORTUNE – Menjelang perhelatan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November mendatang di Bali,Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjamin pengamanan siber.
Juru bicara BSSN, Ariandi Putra, mengataka BSSN sudah memetakan beberapa potensi ancaman siber yang bisa terjadi selama KTT G20. “Ancaman-ancaman tersebut antara lain spear phishing (peretasan spesifik), malicious document atau virus yang ditempelkan pada dokumen, hijacking, fake wifi hingga operasi malware,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (26/10).
BSSN juga terus berupaya melakukan pemantauan dan pencegahan potensi kasus pencurian data dari sebelum gelaran hingga berakhirnya Presidensi G20 Indonesia.
Kerja sama pengamanan siber dilakukan dengan menggandeng sejumlah instansi seperti TNI, Polri, Kemenko Perekonomian, Kemkomindo, Kemenkes, sampai Sekretariat Kabinet. “Kami juga bekerja sama dengan penyelenggara jaringan internet dan EO (event organizer) yang mengampu gelaran G20 ini. Ini sudah dilakukan sejak Juli lalu,” ucapnya.