Jakarta, FORTUNE — Iran memberlakukan pembatasan selektif terhadap pelayaran di Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kebijakan ini membuat hanya kapal dari negara tertentu yang diizinkan melintas di jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global tersebut.
Laporan perusahaan intelijen maritim Windward mencatat adanya perubahan rute pelayaran pada 15–16 Maret 2026. “Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,”
Situasi ini menandakan akses ke Selat Hormuz kini bergantung pada hubungan diplomatik dan posisi politik masing-masing negara.
