PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mendukung daya saing industri nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut telah melalui evaluasi terhadap parameter ekonomi makro sesuai kebijakan yang berlaku.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode Triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ungkap Tri.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa PLN siap menjalankan keputusan pemerintah untuk menjaga stabilitas tarif listrik, terutama di tengah dinamika geopolitik global.
“Di tengah kondisi geopolitik global yang dinamis, kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang tetap menjaga stabilitas tarif listrik pada Triwulan II 2026. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha, serta menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga daya beli dan daya saing nasional,” ujar Darmawan.
Lebih lanjut, PT PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dari hulu hingga hilir, serta memastikan layanan kelistrikan tetap optimal di seluruh kawasan Indonesia.
Itu dia rincian tarif listrik per April 2026 yang resmi berlaku untuk semua pelanggan PLN non subsidi. Semoga bermanfaat!
Apakah tarif listrik per April 2026 naik atau turun? | Tarif listrik per kWH untuk pelanggan non subsidi dipastikan tidak naik per April 2026. |
Kenapa pemerintah tidak menaikkan tarif listrik 2026? | Keputusan pemerintah tersebut diambil sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat serta memberikan kepastian dan stabilitas ekonomi nasional. |
Apakah tarif listrik berubah setiap bulan? | Tidak selalu. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyesuaikan tarif listrik secara berkala berdasarkan kurs, harga minyak, dan inflasi. Namun, bisa tetap stabil dalam beberapa periode. |