Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 Naik 34,6%, Didominasi Perhotelan
Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa/Dok. Maybank Indonesia
  • Maybank Marathon 2026 menghasilkan multiplier effect Rp303,5 miliar bagi Bali, naik 34,6% dari tahun sebelumnya; dampak ekonomi langsung mencapai Rp229,9 miliar.
  • Jumlah pelari meningkat menjadi 14.100 orang, sementara rata-rata pengeluaran peserta naik menjadi Rp16,3 juta; peserta mancanegara membelanjakan rata-rata Rp40,1 juta dan tinggal hingga sembilan hari.
  • Usaha lokal mencatat omzet rata-rata naik 35% dan pelanggan bertambah 32%; perhotelan mengalami kenaikan pelanggan terbesar 64%, didukung kuliner, budaya, dan belanja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa menghasilkan dampak ekonomi tidak langsung (multiplier effect) Rp303,5 miliar bagi perekonomian Bali. Nilai tersebut meningkat 34,6 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp225,5 miliar.

Berdasarkan riset PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Katadata Insight Center (KIC), dampak ekonomi langsung dari ajang lari tersebut mencapai Rp229,9 miliar, naik dari Rp170,8 miliar pada 2025. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah peserta yang mengikuti Maybank Marathon 2026.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan ajang lari yang digelar tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah. Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah pelari dari 13.600 orang pada tahun lalu menjadi 14.100 orang. Rata-rata pengeluaran peserta selama berada di Bali juga meningkat dari Rp12,5 juta menjadi Rp16,3 juta per orang.

Peserta mancanegara menjadi kelompok dengan pengeluaran terbesar, yakni rata-rata Rp40,1 juta per orang, dibandingkan Rp27,7 juta pada 2025. Mereka menghabiskan waktu hingga sembilan hari di Bali, sedangkan peserta domestik rata-rata tinggal selama tiga hingga empat hari.

Dampak ajang ini turut dirasakan pelaku usaha lokal. Riset tersebut mencatat omzet usaha di Bali rata-rata meningkat 35 persen dibandingkan kondisi normal, sementara jumlah pelanggan bertambah 32 persen selama acara berlangsung. Kenaikan pelanggan terbesar terjadi pada sektor perhotelan sebesar 64 persen, disusul restoran dan kuliner 41 persen, transportasi 34 persen, serta jasa wisata 10 persen. Jumlah karyawan pada usaha yang disurvei juga bertambah rata-rata 18 persen selama penyelenggaraan.

“Temuan ini memperkuat komitmen jangka panjang Maybank Indonesia dalam mewujudkan misi Humanising Financial Services. Melalui pengembangan sport tourism yang berkelanjutan, kami ingin Maybank Marathon tumbuh bersama ekosistem ekonomi daerah, memberdayakan komunitas dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” kata Steffano, dalam keterangan pers, Jumat (9/10).

Aktivitas pariwisata turut menopang perputaran ekonomi selama ajang berlangsung. Berdasarkan studi tersebut, wisata kuliner menjadi aktivitas yang paling banyak mendorong pendapatan, dengan proporsi 56 persen. Berikutnya, wisata budaya mencapai 50 persen dan wisata belanja sebesar 49,3 persen.

Project Director Maybank Marathon 2026, Bambang Irawan, menyebut pertumbuhan dampak ekonomi tersebut berjalan seiring dengan upaya menjaga standar penyelenggaraan ajang yang menyandang predikat Elite Label Road Race dari World Athletics.

"Kepercayaan pelari dibangun melalui konsistensi standar penyelenggaraan mulai dari keselamatan, kenyamanan rute, hingga kelancaran manajemen event," katanya.

Ke depan, menurutnya standar tersebut akan terus ditingkatkan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus dampak positif yang semakin luas dirasakan bagi Bali sebagai tuan rumah.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article