Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IMG-20260205-WA0002.jpg
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Dok Fortune Indonesia

Intinya sih...

  • Jumlah pengangguran turun menjadi 7,35 juta per November 2025.

  • Tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 70,95 persen.

  • Lapangan usaha dengan rata-rata upah tertinggi adalah informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, serta pengadaan listrik dan gas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan per November 2025 menjadi 7,35 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,74 persen, turun 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yaitu 4,85 persen.

Apabila dirinci, penurunan tingkat pengangguran terbuka terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan. “Dan tingkat pengangguran terbuka ini juga mengalami penurunan baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan,” tutur Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis (5/2).

Sementara itu, jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 sebanyak 155,27 juta orang, naik 1,262 juta orang dibanding Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,95 persen, naik sebesar 0,36 persen poin dibanding Agustus 2025.

Penduduk bekerja pada November 2025 tercatat 147,91 juta orang, naik 1,371 juta orang dari Agustus 2025. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbanyak pada penduduk bekerja adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum sebanyak 381 ribu orang.

Sementara itu, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan

Menurut data BPS, lapangan usaha dengan rata-rata upah tertinggi adalah informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, dan pengadaan listrik dan gas. Sementara itu, lapangan usaha dengan rata-rata upah terendah adalah aktivitas jasa lainnya, pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

Pada November 2025, persentase pekerja yang bekerja penuh (lebih atau sama dengan 35 jam per minggu) adalah sebesar 67,94 persen atau sekitar 100,50 juta orang. Sedangkan, persentase pekerja tidak penuh (1-34 jam per minggu) adalah sebesar 32,06 persen atau sekitar 47,42 juta.

Pada November 2025, sebesar 13,01 persen penduduk bekerja berpendidikan tinggi atau dengan gelar diploma ke atas. Sementara itu, 34,63 persen penduduk bekerja adalah berpendidikan SD ke bawah. “Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, proporsi pekerja pendidikan dengan pendidikan SMP dan SMP ini mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Sementara itu, rata-rata upah buruh pada November 2025 sebesar Rp3,33 juta.

Editorial Team