Jakarta, FORTUNE - East Ventures meluncurkan Sustainability Report 2026 yang menegaskan fokus perusahaan modal ventura tersebut pada penguatan tata kelola, disiplin investasi, dan keberlanjutan di tengah perkembangan ekosistem startup Asia Tenggara.
Dalam laporan bertajuk “Membangun dengan integritas: Menumbuhkan nilai melalui kedisiplinan” itu, East Ventures menyoroti upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi investasi maupun operasional internal.
Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pendekatan perusahaan terhadap investasi startup. Menurutnya, keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA dan membentuk untuk menciptakan dampak yang bermakna dan nyata.
"Saat ini, kami melihat para founders beroperasi dengan fokus yang lebih tajam dan disiplin yang lebih kuat. Kami tetap berkomitmen untuk terus mendukung mereka dengan standar yang semakin tinggi, mengejar pertumbuhan secara bertanggung jawab, dan pada saat yang sama, memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan dan melampaui ekosistem kami,” kata Willson dalam keterangan resmi, Selasa (19/5).
East Ventures menyebut pendekatan tersebut diwujudkan melalui penyediaan catalytic capital atau modal penggerak bagi startup dan perusahaan teknologi yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif sekaligus memberikan dampak keberlanjutan. Peran tidak berhenti pada penyediaan pendanaan, melainkan mencakup pendampingan strategis, pengembangan kapasitas, hingga penguatan akuntabilitas perusahaan portofolio.
Sebagai investor dengan pendekatan sector-agnostic, East Ventures berinvestasi di berbagai sektor mulai dari AI-first, fintech, healthtech, logistik, konsumen, hingga climate tech. Perusahaan menyebut ekosistem investasinya telah berkontribusi pada 16 dari 17 target Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
