Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekonom Pertanyakan Urgensi HP Gratis untuk Penerima Bansos
Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia Akhmad Akbar S dalam diskusi 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan pada Rabu (14/10). Dok Fortune Indonesia
  • Ekonom Akhmad Akbar mempertanyakan urgensi pembagian HP gratis karena persoalan utama bansos dinilai berada pada ketepatan sasaran.

  • Pengadaan HP dapat menambah biaya pulsa dan membutuhkan pertimbangan terkait kemampuan penerima dalam mengoperasikan perangkat.

  • Rencana HP gratis disebut berkaitan dengan rekening gratis bersaldo awal Rp50 ribu yang disediakan melalui BRI dan BSI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (14/10)

Akhmad Akbar menyampaikan penilaiannya setelah diskusi 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ekonom mempertanyakan urgensi rencana pembagian HP gratis bagi penerima bansos karena persoalan utama dinilai berkaitan dengan ketepatan sasaran penyaluran.
  • Who?
    Akhmad Akbar dari CORE Indonesia mempertanyakan rencana tersebut. Hashim Djojohadikusumo sebelumnya menyampaikan rencana pemerintah membagikan HP gratis.
  • Where?
    Pernyataan Akhmad Akbar disampaikan setelah diskusi di Jakarta Selatan.
  • When?
    Akhmad Akbar menyampaikan penilaiannya pada Rabu (14/10). Rencana pembagian HP disampaikan sebelumnya.
  • Why?
    Akbar menilai pemerintah perlu memprioritaskan identifikasi kebutuhan masyarakat dan ketepatan sasaran bansos, sementara anggaran negara menghadapi tekanan.
  • How?
    HP direncanakan memuat rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu. Rekening tersebut disediakan melalui BRI dan BSI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ekonom Akhmad Akbar bilang pemerintah harus tahu dulu kebutuhan penerima bansos. Menurutnya, masalah utama bukan HP, tetapi bantuan yang kadang salah sasaran. HP juga bisa membutuhkan pulsa. Pemerintah sebelumnya berencana memberi HP dan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu melalui BRI dan BSI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertimbangan terhadap kebutuhan penerima, ketepatan sasaran, biaya pulsa, kemampuan mengoperasikan perangkat, dan tekanan anggaran dapat membantu pemerintah menilai program secara lebih menyeluruh. Peninjauan tersebut menunjukkan bahwa rencana bantuan tidak hanya dilihat dari pengadaan perangkat, tetapi juga dari penggunaan dan dampaknya bagi penerima.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Ekonom mempertanyakan urgensi dari rencana pembagian telepon seluler (HP) gratis bagi penerima bantuan sosial (bansos).

Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia Akhmad Akbar S menilai bahwa pemerintah perlu terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan persoalan utama dalam penyaluran bansos.

“Harusnya rakyat itu butuh apa kan diidentifikasi dulu, kebutuhan mereka apa,” ujar Akbar setelah diskusi 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan pada Rabu (14/10).

Ia menilai persoalan utama penyaluran bansos selama ini berkaitan dengan ketepatan sasaran, bukan perangkat yang digunakan penerima untuk mengakses bantuan.

Apabila terdapat masyarakat yang seharusnya menerima bansos tetapi tidak mendapatkannya, sementara masyarakat yang tidak berhak justru menerima bantuan, hal tersebut dinilai berkaitan dengan penegakan aturan di tingkat pelaksana.

Akbar juga mempertanyakan urgensi pengadaan HP apabila tujuannya hanya untuk menyelesaikan masalah rekening penerima bantuan. Menurutnya, persoalan tersebut dapat ditangani melalui fasilitas yang sudah tersedia, seperti ATM tanpa harus menyediakan perangkat baru.

“Persoalan itu bukan soal bagaimana menerima uangnya tapi lebih ke salah sasasran penyaluran bansosnya,” katanya.

Selain biaya pengadaan HP, Akbar mengingatkan bahwa penggunaan HP juga berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi penerima, seperti pembelian pulsa. Kemampuan penerima bansos dalam mengoperasikan perangkat tersebut juga perlu menjadi pertimbangan.

“Nanti sudah beli HP, habis itu harus beli pulsa, siapa yang beli pulsanya?,” ujar Akbar.

Di sisi lain, ekonom tersebut menyoroti kondisi anggaran negara yang menurutnya sudah menghadapi tekanan akibat besarnya kebutuhan belanja. Akbar menyebut pemerintah perlu mempertimbangkan kembali penambahan program baru ketika sejumlah kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah menghadapi pemangkasan anggaran.

Akbar juga mempertanyakan penambahan belanja untuk pengadaan HP di tengah upaya pemerintah meminta kementerian dan lembaga melakukan efisiensi.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa pemerintah berencana membagikan handphone (HP) gratis kepada masyarakat, seiring dengan program rekening gratis dari pemerintah.

HP tersebut nantinya akan memuat rekening gratis yang otomatis memiliki saldo awal Rp50ribu. Terdapat dua bank yang ditunjuk untuk menyediakan rekening gratis, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Curated For You

Editorial Team

Related Article