Gas air mata sering digunakan sebagai alat pengendalian massa dalam aksi demonstrasi. Alhasil, banyak orang yang penasaran sebenarnya gas air mata terbuat dari apa? Terlebih, tabung kecil yang ditembakkan oleh aparat ini memiliki sejumlah efek, seperti mata perih, sesak napas, hingga menimbulkan rasa terbakar pada kulit.
Meski namanya “gas”, nyatanya zat ini bukan berupa gas murni. Sebagian besar komponennya adalah serbuk kimiawi halus atau cairan yang diubah menjadi aerosol sehingga bisa menyebar di udara. Efeknya memang cepat dirasakan, tapi biasanya bersifat sementara, antara 5 hingga 30 menit, tergantung intensitas paparan.
Walau begitu, kandungan kimia di dalamnya tetap berbahaya bagi kesehatan, terutama bila seseorang memiliki penyakit bawaan seperti asma atau gangguan pernapasan. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan tentang komposisi, cara kerja, bahaya, hingga langkah perlindungan dari gas air mata.