Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Konflik Geopolitik Dunia Dongkrak ICP Februari 2026
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Jan-Rune Smenes Reite)
  • Harga minyak mentah Indonesia (ICP) Februari 2026 naik menjadi US$68,79 per barel, meningkat US$4,38 dari bulan sebelumnya akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • Kementerian ESDM menyebut kenaikan ICP dipicu risiko geopolitik dan serangan terhadap fasilitas energi di Rusia yang menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
  • Laporan IEA menunjukkan produksi minyak dunia menurun, sementara aktivitas pengolahan di Singapura dan penambahan cadangan strategis Cina turut memperketat keseimbangan pasar minyak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami kenaikan seiring meningkatnya tensi geopolitik global di Timur Tengah.

Per Februari 2026, ICP sebesar US$68,79 per barel, naik US$4,38 dibandingkan Januari 2026 yang tercatat US$64,41 per barel. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Februari 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaiman menjelaskan bahwa kenaikan ICP dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia. Selain itu, serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Rusia juga turut mendorong sentimen pasar terkait potensi gangguan suplai minyak dunia.

"Ketegangan geopolitik tersebut memicu berbagai respons kebijakan, aktivitas militer di kawasan strategis, termasuk latihan militer di wilayah perairan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi jalur distribusi energi global," ujar Laode di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, dinamika harga minyak juga dipengaruhi kondisi pasokan global. Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA), produksi minyak dunia pada awal 2026 mengalami penurunan, termasuk dari negara-negara OPEC+. Situasi tersebut membuat keseimbangan pasokan minyak di pasar global semakin ketat.

Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pengolahan minyak di Singapura. Crude throughput Singapura tercatat naik 1 persen secara bulanan (mom) pada akhir Februari 2026 menjadi 89 persen dari total kapasitas 1,12 juta barel per hari (bph).

Selain itu, Cina dikabarkan menambah cadangan minyak strategis hingga 1 juta barel, untuk memperketat fundamental pasar minyak mentah dari sisi pasokan dan permintaan.

Adapun, harga rata-rata sejumlah minyak mentah utama tercatat mengalami kenaikan pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terlihat pada hampir seluruh benchmark minyak global.

Rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 naik sebesar US$4,38 per barel, dari US$64,41 per barel pada Januari 2026 menjadi US$68,79 per barel.

Kenaikan juga terjadi pada minyak acuan global. Harga Brent crude oil di bursa ICE meningkat US$4,64 per barel, dari US$64,73 per barel menjadi US$69,37 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate di Nymex naik US$4,26 per barel, dari US$60,26 per barel menjadi US$64,52 per barel.

Untuk acuan lainnya, harga Dated Brent juga mengalami peningkatan sebesar US$4,35 per barel, dari US$66,80 per barel menjadi US$71,15 per barel.

Adapun harga OPEC Reference Basket mencatat kenaikan yang lebih besar, yakni US$5,48 per barel, dari US$62,31 per barel (per 30 Januari 2026) menjadi US$67,79 per barel (per 26 Februari 2026).

Editorial Team

EditorEkarina .