Jakarta, FORTUNE - Presiden Joko Widodo mengakui tidak mudah mempercepat serapan anggaran pada awal tahun. Pernyataan itu muncul berbekal pengalaman selama sembilan tahun menjadi pemimpin, dan menumpuknya serapan anggaran pada akhir tahun selalu berulang hingga sekarang.
"Memang mengubah cara kerja, mindset, tak mudah," ujarnya dalan Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2024, Rabu (29/11).
Karena itu, dia meminta serapan anggaran pada akhir masa pemerintahannya bisa dioptimalkan. Pada sisa waktu tahun anggaran yang hanya sekitar tiga pekan, dia mencatat serapan anggaran daerah baru 64 persen, sementara anggaran pemerintah pusat 74 persen.
"Artinya dalan tiga minggu ini akan keluar uang bertriliun-triliun," katanya. "Jadi, eksekusi sesegera mungkin. Lakukan belanja sesegera mungkin. Awal tahun," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam membelanjakan anggaran. Dia juga meminta agar anggaran yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dengan tepat sasaran, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
"Jangan membuka celah sedikit pun untuk penyalahgunaan anggaran. Berkaitan dengan korupsi apalagi. Tutup celah itu," ujarnya.