Jakarta, FORTUNE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa setidaknya Indonesia membutuhkan US$25-30 miliar atau setara Rp445 triliun, untuk pembiayaan transisi energi selama delapan tahun ke depan. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) G7 di Jerman.
Menurut Presiden Jokowi, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat besar. Oleh karena itu, Indonesia butuh investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.
“Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” katanya seperti dikutip dari laman Setkab, Selasa (28/6).
Jokowi mengajak negara-negara G7 untuk ikut berkontribusi dengan investasi pada sektor energi bersih di Indonesia. Hal ini, antara lain dapat berupa pengembangan ekosistem mobil listrik maupun baterai lithium.