Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Jumlah PHK Sepanjang 2025 Tembus 88 Ribu Orang
Ilustrasi PHK (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

  • Jumlah PHK sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang.

  • Angka tersebut menunjukkan kenaikan 13,54% dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Kemnaker mengungkap kenaikan dipengaruhi oleh tensi geopolitik yang memengaruhi kinerja ekspor-impor serta industri dalam negeri

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan sebanyak 88.519 tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025. Data tersebut diklasifikasikan sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Data tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan data PHK di tahun sebelumnya. Dalam hal ini, Kemnaker mengungkapkan faktor penyebab utama peningkatan PHK yang tembus 88 ribu orang. 

Berikut informasi lengkap mengenai jumlah PHK sepanjang 2025 dan penyebab utama kenaikannya oleh Kemnaker.

Jumlah PHK sepanjang 2025 tembus 88.519 orang

Dilansir Satu Data Ketenagakerjaan, jumlah PHK sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang, naik sebanyak 10.554 orang atau sekitar 13,54 persen dibandingkan data PHK 2024 di angka 77.965 orang. Jumlah tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP BPJS Ketenagakerjaan.

Data PHK dari bulan Januari hingga Desember 2025 menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Bulan Februari tercatat memiliki volume PHK tertinggi sepanjang tahun 2025 mencapai 18.516 orang.

Kemnaker juga melaporkan jumlah PHK tertinggi mayoritas berasal dari Pulau Jawa. Provinsi Jawa Barat mencatatkan jumlah PHK terbanyak sebesar 18.815 orang selama periode tersebut. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah sebanyak 14.700 orang, diikuti Banten 10.376 orang.

Kemnaker ungkap penyebab utama kenaikan angka PHK

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengungkapkan faktor utama peningkatan angka PHK di tahun 2025.

Menurut Indah, tingginya angka PHK 2025 terjadi karena tensi geopolitik pada awal 2025 hingga akhir semester I/2025 yang cukup tinggi. Hal tersebut disebut memengaruhi kinerja ekspor dan impor serta industri dalam negeri.

“Pertama ada tekanan juga dari ekspor-impor, ya. Itu pasti kondisi dunia di awal 2025 terutama sampai semester pertama masih ada dinamika cukup tinggi geopolitik. Pasti itu pengaruh ke ekspor,” ungkap Indah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/01).

Indah juga menambahkan sektor manufaktur memberikan kontribusi cukup tinggi dibandingkan sektor lainnya dalam kenaikan jumlah PHK sepanjang 2025.

Kinerja ekspor dan manufaktur di tahun 2025

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja nilai ekspor Indonesia mencapai 256,56 miliar dolar AS dari Januari hingga November 2025, naik 5,61 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 sebesar 242,94 miliar dolar AS.

Pertumbuhan nilai ekspor didukung nilai ekspor non-migas yang berhasil mencatatkan kenaikan 7,07 persen dengan nilai mencapai 244,75 miliar dolar AS. Sektor industri pengolahan tercatat sebagai penopang utama yang berkontribusi sebesar 10,41 persen.

Kinerja manufaktur juga dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI) dengan merilis data aktivitas manufaktur pada kuartal IV/2025. Aktivitas manufaktur berjalan ekspansif dan lebih cepat dibandingkan kuartal sebelumnya.

BI mencatatkan Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI menyentuh angka 51,86 persen, lebih tinggi sebesar 51,66 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini menandakan aktivitas manufaktur yang berada di fase ekspansi.

Demikian rangkuman mengenai laporan jumlah PHK sepanjang 2025 yang mengalami kenaikan.

FAQ seputar jumlah PHK sepanjang 2025

Berapa jumlah PHK di Indonesia pada tahun 2025?

Data terbaru mencatatkan jumlah tenaga kerja yang terkena PHK mencapai 88.919 orang. Angka ini meningkat sekitar 13,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Provinsi mana yang memiliki jumlah PHK tertinggi?

Berdasarkan data tahun 2025, Jawa Barat mencatatkan jumlah kasus PHK tertinggi sebesar 18.815 orang.

Mengapa angka PHK di Indonesia melonjak pada 2025?

Kemnaker mengungkap penyebab utamanya adalah tekanan geopolitik global yang berdampak pada kondisi ekonomi Indonesia.

Editorial Team