Jakarta, FORTUNE - Kepastian aturan perpajakan menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi ke Indonesia. President International Tax and Investment Center (ITIC), Daniel A. Witt, menilai investor membutuhkan sistem pajak yang stabil, transparan, dan sederhana agar memiliki kepastian dalam menjalankan bisnis.
“Yang diinginkan investor adalah stabilitas, prediktabilitas, kepatuhan yang sederhana dan transparan, serta kepatuhan yang idealnya dilakukan secara digital,” ujar Daniel pada diskusi mengenai iklim investasi dan kebijakan pajak Indonesia yang diselenggarakan INDEF, Senin (12/10).
Menurutnya, Indonesia perlu bersaing dengan negara lain dalam menarik investasi, baik dari pelaku usaha domestik maupun investor asing. Dalam menentukan lokasi investasi, perusahaan akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kepastian kebijakan dan kemudahan menjalankan usaha.
Daniel menilai pemerintah tidak harus selalu mengandalkan insentif pajak berupa pembebasan atau tarif khusus untuk menarik investor. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak memberikan insentif pajak secara berlebihan.
“Anda tidak perlu memberikan tax holiday atau tarif khusus. Terapkanlah basis pajak yang luas, serta tarif yang kompetitif,” katanya.
Selain itu, Daniel menyoroti kompleksitas aturan perpajakan yang berpotensi memperbesar peluang terjadinya praktik korupsi.
“Kompleksitas menciptakan peluang untuk korupsi,” kata Daniel.
Sebaliknya, sistem perpajakan yang sederhana dan transparan dapat memudahkan wajib pajak memenuhi kewajibannya sekaligus meningkatkan kepastian dalam menjalankan bisnis. Kejelasan mengenai besaran pajak yang harus dibayar juga dinilai penting untuk membangun sistem yang adil dan dapat diprediksi.
Daniel juga menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dalam meningkatkan penerimaan pajak. Menurutnya, investasi mendorong ekspansi usaha dan penciptaan lapangan kerja, yang pada akhirnya memperbesar basis penerimaan negara.
Oleh sebab itu, kebijakan perpajakan perlu mendukung perkembangan dunia usaha agar pemerintah dapat meningkatkan penerimaan secara berkelanjutan sekaligus membiayai berbagai program pembangunan.
“Pertumbuhan ekonomi adalah prasyarat utama untuk pertumbuhan penerimaan pajak," katanya.
