Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memulangkan 11 karyawan yang bekerja di Basra, Irak dan 8 yang berada di Dubai, UAE. Evakuasi tersebut dilakukan seiring konflik Timur Tengah kian memanas.
Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menyatakan bahwa keselamatan karyawan merupakan prioritas utama perusahaan. PIEP menjalankan seluruh prosedur HSSE serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan otoritas terkait.
"Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3).
Perseroan juga melakukan asesmen terhadap contingency plan rute evakuasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penutupan wilayah udara yang dapat mempengaruhi proses evakuasi ke depan.
Sementara itu, Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) melakukan pengaktifan Emergency Response Team (ERT) merespons serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. PIREP juga memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri RI guna memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Adapun, proses pemulangan dari Basra menuju Jakarta diperkirakan memakan waktu hingga 14 hari. Durasi perjalanan menjadi lebih panjang lantaran sejumlah bandara internasional ditutup, seperti di Kuwait City, Dubai, dan Doha.
Maka dari itu, perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Irak menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Saudi Arabia. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan udara menuju Jeddah dan kemudian kembali ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru tiba tanggal 11 Maret 2026.
PIREP merupakan entitas usaha Pertamina yang beroperasi 50 km arah barat laut Kota Basra, Irak. PIREP mengelola aset holding serta eksplorasi dan produksi minyak dengan skema Technical Service Contract (TSC) di blok West Qurna-1 Field (WQ-1), Irak hingga 2045.
Sejak 2023, PIREP memiliki hak partisipasi atau Participating Interest (PI) di Blok West Qurna 1 (WQ-1) di Irak yang merupakan salah satu Super Giant Field yang ada di dunia, sebesar 20 persen.
