Akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur, KAI menghentikan sementara operasional di Stasiun Bekasi Timur guna mendukung proses evakuasi dan penanganan di lokasi. Penutupan ini berdampak langsung pada layanan perjalanan kereta, terutama di lintas Bekasi dan sekitarnya.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan yang terjadi. VP Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga di tengah situasi darurat.
Sebagai dampak lanjutan, KAI melakukan penyesuaian operasional dengan membatalkan sejumlah perjalanan kereta jarak jauh. Tercatat sedikitnya 13 perjalanan dibatalkan pada 28 April 2026 untuk mendukung proses evakuasi dan pemulihan jalur.
Selain itu, KAI memberlakukan kebijakan pengembalian dana (refund) 100 persen bagi pelanggan yang terdampak. Pengajuan refund dapat dilakukan melalui kanal resmi seperti loket stasiun, aplikasi, maupun Contact Center 121, dengan masa pengajuan hingga beberapa hari setelah jadwal keberangkatan.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan investigasi masih berlangsung. Pihak berwenang terus mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan gangguan sistem dan faktor human eror.
Kapan kecelakaan KRL Bekasi terjadi? | Kecelakaan antar kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/04) malam. |
Apa penyebab kecelakaan KRL Bekasi? | Berdasarkan keterangan awal para saksi, insiden tersebut terjadi akibat gangguan perlintasan. Penyebab pasti masih diselidiki oleh pihak berwajib. |
Berapa jumlah korban akibat kecelakaan KRL Bekasi? | Jumlah korban kecelakaan kereta Bekasi dilaporkan ada 84 orang luka-luka dan 14 orang dikabarkan meninggal dunia per Selasa (28/04) pukul 08.45 WIB. |