Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Yakinkan Investor, Luut: Indonesia Tak Akan Kolaps

2 min read
Yakinkan Investor, Luut: Indonesia Tak Akan Kolaps
Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Republik Indonesia/Dok. FORTUNE IDN/Desy Y.
  • Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor tetap menanamkan modal di Indonesia, menegaskan fundamental ekonomi nasional sehat dan prospek pertumbuhan jangka panjang kuat di tengah ketidakpastian global.
  • Pemerintah membenahi tata kelola, daya saing industri, dan kualitas SDM, sambil menggeser kemitraan investasi dari transfer teknologi menuju pengembangan inovasi bersama.
  • Skema joint innovation diprioritaskan pada nikel, baterai, dan kendaraan listrik melalui riset bersama, pelatihan insinyur, pendanaan berkelanjutan, regulasi pasti, serta penyederhanaan birokrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengajak investor dalam dan luar negeri untuk tetap menanamkan modal di Indonesia meski perekonomian dunia dibayangi ketidakpastian. Ia menilai, kondisi fundamental ekonomi nasional masih solid dan memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Luhut menegaskan, Indonesia memiliki ketahanan ekonomi untuk menghadapi berbagai tekanan global.

"Pesan saya sangat jelas dan sederhana bagi para investor, jangan ragu untuk berinvestasi di negara ini. Fundamental ekonomi kita tetap sehat dan prospek jangka panjang kita sangat kuat dan Indonesia tidak akan kolaps," ujar Luhut, dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (7/10).

Kendati demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan domestik yang perlu dibenahi. Pemerintah terus melakukan perbaikan dalam tata kelola pemerintahan, memperkuat daya saing industri, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Luhut juga menyoroti perubahan strategi pemerintah dalam menjalin kemitraan investasi dengan negara lain. Kerja sama yang sebelumnya berfokus pada transfer teknologi kini diarahkan pada pengembangan inovasi bersama atau joint innovation.

Melalui pendekatan tersebut, investasi asing diharapkan tidak sebatas mendatangkan modal dan teknologi, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja serta kemampuan industri nasional dalam menciptakan inovasi.

Sektor nikel, baterai, dan kendaraan listrik menjadi beberapa contoh industri yang dinilai memiliki peluang besar dalam menerapkan skema kemitraan tersebut.

Luhut mendorong perusahaan dan mitra asing untuk membangun fasilitas penelitian bersama, memberikan pelatihan kepada insinyur Indonesia, serta melibatkan peneliti muda dalam penyelesaian berbagai tantangan teknologi di sektor industri.

Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman tenaga ahli nasional dalam kegiatan riset dan pengembangan sekaligus meningkatkan penguasaan teknologi di dalam negeri.

Di sisi lain, Luhut menekankan pentingnya dukungan pembiayaan jangka panjang bagi pengembangan inovasi. Menurutnya, penelitian awal memerlukan pendanaan berkelanjutan sebelum suatu teknologi dapat diuji melalui proyek percontohan.

Teknologi yang berhasil melewati tahap pengujian selanjutnya membutuhkan suntikan investasi tambahan agar dapat diterapkan dalam kapasitas komersial yang lebih besar.

Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah berupaya menjaga kepastian dan kesinambungan regulasi sekaligus memangkas hambatan birokrasi. Upaya itu ditujukan agar kesepakatan investasi dengan mitra internasional dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi dan penguatan industri Indonesia.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More