Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
ilustrasi ekspor dan impor
ilustrasi ekspor dan impor (pexels.com/Tom Fisk)

Intinya sih...

  • Budi Santoso mengakui bencana banjir menekan kinerja ekspor di sejumlah provinsi Sumatra.

  • Ekspor Aceh turun 6,9 persen karena harga komoditas global.

  • Pemerintah akan terus memantau kondisi rantai pasok dan memastikan percepatan upaya pemulihan ekonomi daerah terdampak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengakui bencana banjir yang melanda Sumatra pada akhir 2025 sempat menekan kinerja ekspor di sejumlah provinsi.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra di Gedung DPR yang disiarkan secara virtual, Rabu (18/2).

Dalam paparannya, Budi menjelaskan ekspor dari Aceh relatif tidak terdampak langsung banjir.

“Untuk wilayah Aceh, pada bulan November–Desember ini tidak ada pengaruh bencana terhadap kenaikan ekspor,” ujarnya.

Meski demikian, ia mencatat bahwa secara keseluruhan ekspor Aceh sepanjang 2025 turun 6,9 persen.

“Penurunan ini lebih disebabkan karena turunnya harga komoditas global,” katanya.

Situasi berbeda terjadi di Sumatra Barat, yang mengalami fluktuasi tajam. Secara tahunan, provinsi tersebut justru mengalami pertumbuhan ekspor sebesar 37,64 persen pada 2025. Namun, Budi mengungkapkan adanya tekanan besar pada periode November.

“Memang mengalami penurunan pada bulan November tahun 2025 yaitu sebesar minus 52,56 persen. Namun demikian pemulihan terjadi pada bulan Desember, yaitu naik 174,15 persen. Artinya pada bulan November memang terkena dampak bencana,” ujarnya.

Secara umum, ia menegaskan ekspor Sumatra Barat tetap tumbuh 27,64 persen sepanjang tahun.

Di Sumatra Utara, pola serupa terlihat. Sepanjang 2025, provinsi tersebut membukukan pertumbuhan ekspor 17,84 persen. Namun, pada puncak bencana, yakni November 2025, ekspor bulanan turun signifikan.

“Pada bulan November karena dampak dari bencana mengalami penurunan 25,98 persen,” kata Budi.

Pemulihan terjadi relatif cepat pada Desember ketika ekspor naik lagi 18,89 persen.

“Namun demikian, secara keseluruhan ekspor Sumatra Utara pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 17,84 persen,” katanya.

Budi menyatakan pemerintah akan terus memantau kondisi rantai pasok dan memastikan percepatan upaya pemulihan ekonomi daerah terdampak.

 

Editorial Team