Jakarta, FORTUNE - Pemerintah telah memberikan kelonggaran untuk masyarakat melaksanakan mudik Lebaran 2022. Padahal, akibat pandemi Covid-19, mudik 2020 dan 2021 ditiadakan.
Euforia ini diperkirakan akan menimbulkan kemacetan di jalur darat. Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan apabila terjadi kemacetan di jalur tol, maka akan digratiskan.
"Itu sudah ada kesepakatan, kalau macet di gerbang tol lebih 1 km, itu bebas (gratis)," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (20/4).
Hal tersebut merupakan upaya dari pemerintah untuk mempersiapkan pengelola tol agar bekerja optimal dalam menghadapi mudik Lebaran 2022. Artinya, tidak ada kompensasi kepada pengelola tol.
"Jadi, ini adalah suatu cara kita untuk menuntut para pengelola tol bekerja baik, kalau bekerja baik tidak akan macet," katanya.
Berdasarkan survei Badan Litbang Kementerian Perhubungan, diprediksi akan ada 85,5 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran. Jumlah kendaraan pribadi diperkirakan akan mencapai 39,8 juta dengan perincian mobil pribadi 22,9 juta dan sepeda motor 16,9 juta.
Lalu, ada juga angkutan darat dengan kendaraan umum sebanyak 25,7 juta orang, dengan perincian bus 14,1 juta, mobil sewa 6,7 juta, mobil travel 4,5 juta dan taksi 0,4 juta. Sisa pemudik menggunakan transportasi udara, transportasi air, dan kereta api.