Jakarta, FORTUNE - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan semua negara anggota G20 merespons pelbagai ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19, fenomena perubahan iklim, hingga tensi geopolitik yang meningkat karena perang Rusia-Ukraina. Kondisi-kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan rantai pangan di tingkat lokal hingga global terganggu.
"Semua negara mencemaskan hadirnya krisis pangan yang sangat perlu direspons lebih serius untuk menghadapi kondisi pada tahun-tahun yang akan datang," ujar Syahrul dalam konferensi pers di Washington D.C., Amerika Serikat yang disiarkan secara virtual, Selasa petang (11/10).
Risiko ancaman krisis pangan dan solusinya dirembuk oleh menteri-menteri keuangan dan menteri-menteri pertanian berbagai negara dalam Joint Finance Ministers and Agriculture Ministers (JFAMM) yang berlangsung di Amerika Serikat. Forum ini diselenggarakan sebagai rangkaian dari pertemuan G20.