Jakarta, FORTUNE - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan potensi kenaikan harga bahan bangunan seiring memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Meski saat ini harga material konstruksi menurutnya belum mengalami lonjakan signifikan, “tapi saya yakin pasti nanti akan ada kenaikan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4).
Menurutnya, gejolak geopolitik global akan berdampak pada fluktuasi harga energi, yang pada akhirnya menekan biaya produksi bahan bangunan seperti besi dan semen. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu proyek infrastruktur nasional jika tidak diantisipasi sejak dini.
Dody menegaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi berupa penyesuaian nilai kontrak proyek. Skema ini memungkinkan pemerintah menyesuaikan biaya proyek agar pembangunan tetap berjalan meskipun harga material melonjak.
“Kalau memang harga besi terutama, atau semen itu naik tinggi, mau tidak mau kita akan melakukan eskalasi kontrak,” ujarnya.
Namun demikian, ia memastikan kebijakan tersebut belum diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah masih akan memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil keputusan.
“Nanti akan kita sampaikan kepada publik di waktu yang tepat,” katanya.
Di tengah potensi tekanan biaya tersebut, Kementerian PU juga mendorong percepatan penggunaan Aspal Buton (Asbuton) sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan aspal nasional masih berbasis impor minyak bumi, dengan total kebutuhan mencapai 1 juta ton per tahun.
Menurut Dody, dinamika geopolitik global menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian sektor konstruksi. Pemerintah pun menargetkan peningkatan penggunaan Asbuton hingga 30 persen.
Langkah ini diperkirakan dapat menghemat devisa hingga Rp4 triliun, meningkatkan penerimaan pajak sekitar Rp2 triliun, serta menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp23 triliun.
“Ini peluang untuk berdiri di atas kaki sendiri,” kata Dody.
