Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan berpotensi menghemat anggaran sebesar Rp40 triliun.
“Dia (Kepala BGN) bilang bisa (hemat) Rp40 triliun setahun, tapi bisa lebih,” kata Purbaya (26/3).
Ia mengatakan, rencana efisiensi tersebut berasal dari usulan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini dilakukan di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat konflik geopolitik global.
Adapun usulan pengurangan hari operasional MBG menjadi lima hari masih bersifat awal. “Sepertinya akan baru dilaporkan ke presiden,” katanya.
Purbaya menjelaskan, potensi penghematan anggaran Rp40 triliun tersebut merupakan estimasi akumulasi dalam satu tahun. Nilai anggaran tersebut belum termasuk dalam rencana efisiensi belanja kementerian/lembaga sebesar Rp80 triliun yang tengah disiapkan pemerintah.
Ia memastikan kebijakan efisiensi anggaran akan diterapkan secara merata di seluruh kementerian/lembaga.
Pada tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Meski terdapat langkah penghematan, Purbaya menyatakan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga. “Jadi tidak perlu khawatir berlebihan terhadap kondisi fiskal. Fundamental ekonomi kita tetap kuat,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah sempat menyatakan bahwa program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak terdampak efisiensi anggaran yang direncanakan untuk menjaga defisit APBN di bawah 3 persen.
Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyatakan bahwa program MBG sendiri mempunyai multiplier effect yang terbatas terhadap perekonomian dan hanya menguntungkan segelintir orang.
Menurutnya, memaksakan MBG di tengah kondisi krisis BBM dan penerimaan yang cekak, bukan kebijakan yang bijak. “Saya rasa MBG harusnya dievaluasi untuk memberikan fiscal space bagi pemerintah untuk menahan kenaikan harga BBM,” ujarnya pada Fortune Indonesia, Kamis (26/3).
