Produksi Beras September-November 2026 Turun 11,95 Persen, Dampak El Nino?

Pasokan beras mulai berkurang setelah masa puncak panen raya berakhir, sementara kemarau yang lebih kering membatasi kegiatan tanam di sejumlah sentra produksi.
BPS memproyeksikan produksi beras September-November 2026 turun 11,95 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Potensi panen September-November 2026 tersebar di sejumlah sentra produksi di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.
Jakarta, FORTUNE - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan berakhirnya masa puncak panen raya membuat pasokan beras mulai berkurang. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh kemarau yang lebih kering yang turut membatasi kegiatan tanam di sejumlah sentra produksi.
“Kemudian juga ada kondisi kemarau yang lebih kering, saya sudah sebutkan sebelumnya, terkait dengan adanya fenomena El Nino yang tentunya ini turut membatasi dari kegiatan untuk menanam dan juga terjadi pada beberapa sentra produksi, sehingga tadi ada pasokan gabah yang masuk ke penggilingan menjadi, tadi ada hambatan terbatas,” ujar Ateng dalam konferensi pers rilis BPS di Jakarta, Kamis (1/10).
BPS memperkirakan produksi beras pada September-November 2026 mencapai 7,06 juta ton. Angka tersebut turun 0,96 juta ton atau 11,95 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari-November 2026 diproyeksikan mencapai 32,34 juta ton, turun 0,94 juta ton atau 2,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun produksi padi pada September-November 2026 diperkirakan mencapai 12,24 juta ton gabah kering giling (GKG), turun 1,66 juta ton atau 11,96 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dengan proyeksi tersebut, produksi padi sepanjang Januari-November 2026 diperkirakan mencapai 56,13 juta ton GKG, turun 1,63 juta ton atau 2,82 persen secara tahunan.
Produksi padi pada Januari-Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara produksi beras pada periode tersebut mencapai 25,29 juta ton, juga naik 0,07 persen secara tahunan.
Namun, produksi mulai mengalami penurunan pada Agustus 2026. Produksi padi pada bulan tersebut tercatat 5,46 juta ton GKG, turun 2,94 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 5,63 juta ton GKG.
Produksi beras pada Agustus 2026 juga turun 2,90 persen menjadi 3,15 juta ton dari 3,24 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.
Apabila dibandingkan dengan periode El Nino sebelumnya, BPS mencatat luas panen Januari-Agustus 2026 masih menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan periode yang sama pada 2023-2025. Namun, potensi luas panen hingga November 2026 tetap perlu menjadi perhatian karena diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025.
Adapun potensi panen September-November 2026 terutama terkonsentrasi di sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.
Di Jawa, potensi panen besar antara lain berada di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sementara di Sumatera terdapat Lampung Selatan, OKU Timur, dan Tulang Bawang. Di Sulawesi, potensi panen antara lain berada di Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Luwu, dan Banggai.















