Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Airlangga: Energi Surya 100 GW Percepat Target Net Zero Emission
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9).
  • Pemerintah mendorong pengembangan energi surya berkapasitas 100 GWp untuk mempercepat pencapaian net zero emission Indonesia.

  • Kebutuhan energi Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai tambahan 800 TWh, dengan target penambahan pembangkit 69,5 GW.

  • Transmisi, smart grid, investasi, hilirisasi, dan digitalisasi disiapkan untuk mendukung energi bersih serta pertumbuhan ekonomi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program mana yang paling perlu dipercepat?
Vote Now
Selasa (29/9)

Airlangga Hartarto menyampaikan dorongan pengembangan solar energy sebesar 100 GWp dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta.

2030

Kebutuhan energi Indonesia diperkirakan bertambah hingga 800 TWh. Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

dalam tiga tahun

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW selesai.

2060

Indonesia menargetkan net zero emission. Pengembangan energi surya disebut dapat memajukan pencapaian target tersebut 10 sampai 15 tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program mana yang paling perlu dipercepat?
Vote Now
  • What?
    Pemerintah mendorong pengembangan energi surya berkapasitas 100 GWp dan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW.
  • Who?
    Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo, Menteri ESDM, Danantara, PLN, Pertamina, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
  • Where?
    Program dikembangkan di Indonesia. Arahan mengenai energi surya disampaikan dalam seminar di Jakarta.
  • When?
    Disampaikan pada Selasa (29/9), dengan kebutuhan energi diproyeksikan meningkat pada 2030 dan target net zero emission pada 2060.
  • Why?
    Untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat, mempercepat energi bersih, dan memajukan target net zero emission Indonesia.
  • How?
    Melalui pembangunan PLTS, jaringan transmisi sekitar 47.758 kilometer, smart grid, serta percepatan investasi dan industri hijau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program mana yang paling perlu dipercepat?
Vote Now

Pemerintah ingin membuat banyak listrik dari matahari, sampai 100 GWp. Airlangga Hartarto bilang kebutuhan energi Indonesia akan bertambah. Presiden Prabowo juga meminta pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dipercepat. Pemerintah menyiapkan jaringan listrik dan smart grid. Sekarang rencana ini sedang didorong agar energi bersih dan ekonomi hijau bisa berkembang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program mana yang paling perlu dipercepat?
Vote Now

Dorongan terhadap energi surya tidak hanya diarahkan untuk menekan emisi, tetapi juga mendukung kebutuhan energi Indonesia yang meningkat. Pengembangan industri hijau diproyeksikan menarik investasi baru dan memperluas kesempatan kerja. Pemerintah juga menyiapkan transmisi dan smart grid agar integrasi energi bersih serta kebutuhan industri dapat berjalan bersamaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program mana yang paling perlu dipercepat?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah terus mendorong pengembangan energi surya berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) demi mencapai target net zero emission Indonesia 10-15 tahun lebih cepat dari traget semula pada 2060.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebutuhan energi Indonesia pada 2030 diperkirakan bertambah hingga 800 terawatt-hour (TWh). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan..

"Kemarin arahan Bapak Presiden di Bali, kita harus mendorong solar energy sebagai green energy sebesar 100 gigawatt peak," ujar Airlangga dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9).

Oleh karenanya, pemerintah terus mendorong industri untuk mempercepat pencapaian kapasitas energi surya tersebut supaya kebutuhan energi bersih dapat tercapai lebih cepat dari rencana awal.

"Kalau ini dilakukan, maka net zero emission Indonesia di tahun 2060 itu bisa maju mungkin 10 sampai 15 tahun," katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) selesai dalam tiga tahun. Adapun saat ini kapasitas seluruh pembangkit listrik baru mencapai 88 GW. Prabowo meminta Menteri ESDM, Danantara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, PLN, dan Pertamina mempercepat pelaksanaan program tersebut.

Di sisi lain, pemerintah mendorong pembangunan jaringan transmisi dan smart grid sepanjang sekitar 47.758 kilometer untuk mendukung integrasi energi bersih dan kebutuhan industri.

Airlangga memproyeksikan pengembangan investai dan industri hijau secara masif di dalam negeri dapat mengerek pertumbuhan ekonomi nasinal sebesar 2-3 persenn.

Menurutnya ekonomi dapat menarik aktivitas investasi baru dan memperluas kesempatan kerja. Maka dari itu manfaat ekonomi hijau bukan hanya penurunan emisi, tetapi disertai kontribusinya secara keseluruhan, termasuk penyerapan tenaga kerja.

Adapun, ekonomi nasinal tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026 di tengah pertumbuhan ekonomi global yang berada dikisaran 3 persen. Pada 2027, target pertumbuhan ekonomi Indonesia dipasang enam persen. Target tersebut ditopang investasi dan hilirisasi yang diproyeksikan mencpai Rp2.258 triliun pada 2027 dengan membutuhkan pertumbuhan investasi sekitar 8 persen-9 persen.

Selain mendorong energi hijau, pemerintah juga melanjutkan hilirisasi dan digitalisasi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Airlangga mengatakan pengesahan Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN berpotensi menggandakan nilai permintaan ekonomi digital kawasan dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun.

Dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total ekonomi ASEAN, Indonesia dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan industri digital domestik hingga US$400 miliar-US$600 miliar.

"Dan ekonomi ASEAN kan 40 persennya Indonesia. Maka antara 400 sampai 600 miliar industri ini akan tumbuh di Indonesia," pungkas dia.

Pilih prioritas pengembangan energi Indonesia

Program mana yang paling perlu dipercepat?

See More

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article