Perahu Sekolah, Mengantar Asa ke Seberang Laut

Program Perahu Sekolah PT Samudera Indonesia menyediakan transportasi bagi siswa di wilayah kepulauan yang harus menyeberangi laut untuk bersekolah.
Sinar Waecicu mengantar siswa dari Gili Gede dan Kampung Tanjungan menuju Lombok Gede, sekaligus membantu guru mengurangi biaya transportasi.
Program yang dimulai pada 2018 itu kini memiliki tujuh perahu, dengan dukungan kru, perlengkapan keselamatan, dermaga, dan pelatihan masyarakat lokal.
Jakarta, FORTUNE - Perusahaan pelayaran, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memperluas kontribusi sosialnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR): Perahu Sekolah. Program ini menyediakan akses transportasi gratis bagi guru dan siswa di wilayah kepulauan yang harus menyeberang laut atau perairan untuk menempuh pendidikan.
Salah satu siswa yang merasakan manfaat sarana tersebut ialah Zulfan, siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum. Setiap pukul 06.30, Zulfan tiba di dermaga, menanti kedatangan perahu sekolah Sinar Waecicu yang akan mengantarkannya menyeberangi perairan dari Kampung Pegametan, Gili Gede, menuju Lombok Gede, Nusa Tenggara Barat. Ia harus menempuh perjalanan laut sekitar empat kilometer sampai tiba di sekolah.
Bagi Zulfan, laut tidak sekadar mengelilingi tempat ia tinggal. Ombak dan cuaca yang berubah-ubah membuat perjalanannya ke sekolah tidak selalu mudah.
Begitu pun Adam, siswa kelas III SDIT Miftahul Ulum. Ia berangkat dari Kampung Tanjungan menuju Lombok Gede. Sebelum Perahu Sekolah tersebut ada, perjalanan Adam bergantung pada perahu kayu berbayar, yang berlayar tanpa standar keselamatan. Orang tuanya pun harus mengeluarkan biaya sekitar Rp200.000 per bulan untuk transportasi laut.
Dampak serupa dirasakan tenaga pengajar. Salah satunya Rohani, guru matematika yang mengajar di SD-SMPN Satu Atap 2 Sekotong, Lombok itu mengaku sebelumnya harus bolak-balik menggunakan sampan untuk mencapai sekolah. Dengan adanya perahu sekolah, biaya transportasi yang dikeluarkan dapat berkurang hingga sekitar Rp500.000 per bulan.
Investasi Kapal untuk Akses Pendidikan

Seorang siswa sedang menuruni tangga Perahu Sinar Waecicu, milik PT Samudera Indonesia Tbk (Dok. Ekarina) Persoalan akses ke sekolah menjadi salah satu latar belakang lahirnya program Perahu Sekolah PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan.
Program Perahu Sekolah sudah dimulai pada 2018 di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga saat ini, sudah ada tujuh perahu sekolah. Adapun, kapal ketujuh perusahaan adalah Sinar Waecicu, yang mulai beroperasi pada 2025.
“Samudera Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran. Karena itu, kami ingin memberikan kontribusi sosial yang masih sesuai dengan keahlian dan bidang usaha perusahaan. Kami melihat bahwa salah satu hal yang bisa kami dukung adalah penyediaan transportasi laut bagi anak-anak yang membutuhkan akses untuk bersekolah,” kata Head of Corporate Communication Samudera Indonesia, Widya Saputra di Lombok, Rabu (15/10).
Rismeita Fitri, Program Manager CSR Samudera Indonesia, menambahkan, dalam program ini, dukungan yang diberikan bukan hanya berupa pengadaan perahu, tapi juga kru, perlengkapan keselamatan, dan fasilitas dermaga.
“Selain itu, kami memberdayakan masyarakat lokal agar dapat terlibat dalam operasional program,” katanya.
Perseroan juga memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat, termasuk basic safety training bagi kru. Mereka kemudian menjadi perpanjangan tangan Samudera Indonesia untuk berkomunikasi dan mensosialisasikan program kepada masyarakat. Dengan begitu, program ini diharapkan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi komunitas setempat.
Samudera Indonesia menyediakan kapal yang dirancang untuk membantu mobilitas siswa di sejumlah wilayah dengan tantangan geografis, terutama daerah kepulauan.
Hingga saat ini, perusahaan mengoperasikan tujuh perahu sekolah yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia Setiap perahu, rata-rata investasi yang dikeluarkan perusahaan nilainya sekitar Rp1 miliar, tergantung kapasitas dan teknologi yang digunakan.
Kapal-kapal baru tersebut dibangun di galangan kapal milik anak usaha Samudera Indonesia, Wahana Jaya Samudera, yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.
Rismeita mengatakan Sinar Waecicu menjadi salah satu kapal dengan spesifikasi paling canggih di antara armada program tersebut. Kapal ini memiliki dimensi paling dibandingkan kapal lain, dilengkapi pelacak GPS.
Ke depan, menurutnya Samudera Indonesia membuka peluang untuk memperluas program Perahu Sekolah ke wilayah lain yang menghadapi persoalan akses serupa.


















